potret hitam putih jalanan oleh kilas mata Dinah dan etalase toko buku ini berkaca-kaca gelisah : hei, berhenti! pejamkanlah matamu kalau gelap terang yang ada padamu, betapa gelapkah kegelapan itu?
sudah malam, Dinah, dan sudah jauh engkau pergi dari kesuntukan ayahmu catatlah: dingin dan bisu rak-rak pajang ini berita-berita, iklan-iklan, gambar-gambar postcard betapa magis! gambar-gambar yang molek menyelipkan sebilah dakwaan seorang penyair terkekeh mengerikan - berbau seperti dewa!