;
Tampilkan postingan dengan label Tema Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tema Ibu. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Januari 2013

Puisi Mama "Kita Berpisah Tuk Selamanya" | Tika

Selasa, 29 Januari 2013

Mama ...
Tika

Mama, andai waktu dapat q putar.

Takkan ku sia"kan waktuq bersamamu,
Aku kan bahagiakanmu.

Mama. . .
Andai dapat ku hentikan waktu ini.
Takkan q biarkan kau pergi disaat itu.
Agar kita dapat slalu bersama. . .

Mama. . . .
Andai, andai, andaikan aq tau waktumu akan berakhir.
Kan ku persiapkan diri tuk hapus air mata yg mengalir.


Tapi mama, aku tak bisa. . .
Mama, aq hanya manusia biasa mama.
Aku hanya dapat berencana tapi Allah jua yg menentukan.

Mama takdir kita telah sampai.

Mama, kini tinggal penyesalan yg bersisa.
Kini hanya khayalan tuk berandai yg ada. . . .
Dan kini hanya derai air mata yg tak berarti yg tertinggal.

Mama,
sungguh aku merindukanmu ma.
Sungguh aq ingin kembali ke masa lalu tuk bahagiakan mu.

Mama, aq rindu kamu. . . . .

Januari 2013


NAMA ANDA - 04.56

Selasa, 15 Januari 2013

Puisi Dalam Rindumu, Ibu | Titin Sulistyorini

Selasa, 15 Januari 2013

DALAM RINDUMU, IBU
Titin Sulistyorini

jika rindu itu aku
engkaulah muara cinta...

jika khilaf itu aku,
engkaulah samudra maaf..

adamu tak terwakilkan,
tiadamu tak tergantikan...

dalam untaian fatihah,
rinduku tumpah

22 desember 2012

NAMA ANDA - 21.37

Puisi Di Telapak Kakimu Aku Mencari Surgaku | Titin Sulistyorini

di telapakkakimu aku mencari surgaku
Titin Sulistyorini

aku rindu harum tubuhmu yang selalu memelukku dalam dingin sepiku
mengenangmu adalah melihat kenakalan masa kecilku dan aku rindu buaimu dalam urai air mataku

ibu,
brapa air mata kau tumpahkan untukku brapa banyak doa kau limpahkan padaku dan btapa aku tidak bisa membalasnya karena tiada terhingga tiada terbilang

ibu,
jika waktu bisa diputar ulang aku ingin menukar duniaku dengan hadirmu agar aku punya kesempatan kedua untuk berbakti kepadamu
mengisi segala yang pernah hilang terabaikan

ibu,
masih terasa hangat airmatamu menangisiku ktika aku merantau ktika aku dipinang ktika aku berjuang untuk menjadi ibu ktika aku lama tak menghampirimu

ibu,
di untaian doaku aku kirimkan rinduku dan derai fatihah adalah rentang jembatan antara engkau dan aku

ibu,
jika aku rindu apalagi yang bisa aku lakukan selain mendoakanmu?

sampang, 14 januari 2013

NAMA ANDA - 21.30

Sabtu, 29 Desember 2012

Puisi Untuk Ibu "Begitu Besar Kasih Sayangmu Padaku" | Alfin Susanto

Sabtu, 29 Desember 2012

Puisi Untuk Ibu
Alfin Susanto

Indah kurasakan
Damai kurasakan nasehat-nasehatmu
Menenangkan sanubari
itulah do'a - do'a mu

Engkau satu dan tiada duannya
Engkau beda dengan yang
lainnya
Pemilik kasih, cinta dan sayang yang tiada akhirnya

sulit mengungkapkan Engkau, dengan kata-kata
sulit mendiskripsikan mu
dengan syair cinta..
Sebab engkaulah kata yang tiada duannya
dan engkau cinta yang nampak di dunia.

Walau sikap mu pemarah
Meski jiwa mu kasar
Namun hati mu tetap lembut .

Ibu
begitu besar pengorbananmu untukku

kau asuh aku dari bayi hingga dewasa
kau bimbing aku hingga ku mengenal kebaikan
kau didik aku hingga ku mengenal sebuah ilmu
kaulah guru yang pertama dalam hidupku

terimakasih atas semua yang ibu berikan

ditulis : 26 mei 2012


NAMA ANDA - 06.56

Selasa, 25 Desember 2012

Puisi Tidak Ada Yang Memanggilku Mama

Selasa, 25 Desember 2012

uncyclopedia.wikia.com

TIDAK ADA YANG MEMANGGILKU MAMA
Asrining Nurfauzie

Seorang wanita tua
Berselimut sepi nan papa
Merintih dalam takdirnya
Sendiri di ujung senja

Raga tipis tinggal tulang
Rapuh didera penyakit yang datang
Meringkuk lara di keseharian
Sendiri dalam rotasi kehidupan

Cinta pernah singgah di hatinya
Lumuri bahagia di sekujur jiwa
Namun dia tercampak
Cintanya terkoyak

Selayak ranting kering, yang jatuh dihempas angin
karna tak bisa hadirkan buah hati yang diingin
Tanahku kering tak mampu semaikan benih cinta “

Demikian ratap tangisnya
Wanita tua melebur dalam doa
Berharap Tuhan tunjukkan kasih Nya
Memberinya bahagia

di kehidupan selanjutnya

KH 25122012


NAMA ANDA - 02.46

Selasa, 18 Desember 2012

Puisi Sidik Jari Ibu | Bennie Wego

Selasa, 18 Desember 2012

Sidik Jari Ibu
Bennie Wego

Ibu memberi dengan bahasa
yang diucap sendiri sejak kala
waktu kita dikandung dalam nyanyian
hati yang tak pernah puas dan terus gerus impian
agar sekali kelak dapat jelas kita temu sendiri
sidik jari ibu yang tulis dengan tinta matahari
bersinar dari pagi hingga petang
di rumah atau di tempat yang jarang
ia katakan pada kita yaitu hanya senyum
yang terpantul dari jiwa yang lembut rampung ragam
dan selalu tak pernah disembunyikan.terus dilukis
di atas bentangan kanvas pemberian surga yang mukjizat dan halus

Lake Charles, 0612
http://oase.kompas.com

NAMA ANDA - 14.41

Jumat, 30 November 2012

Puisi Lentera Ibu | Bennie Wego

Jumat, 30 November 2012


Lentera Ibu
Bennie Wego

Diisinya minyak kemudian dibenam wajahnya sebelum hari pagi
bersama dengan doa-doa untuk sepasang mata dari langit
agar menurunkan cahaya lebih terang. Lebih jernih
dari bening air matanya yang diyakini hanya sekelopak-separit
menghantar anak-anak bermain seraya menyebrangi
masa depan tanpa resah dengan lentera dari bola mata yang nyala membersit
kendati pada malam kelam yang jadi ruang tunggu dalam sunyi
tanpa membiarkan satupun dari langkah kaki jatuh pada takdir semenit

Lake Charles, LA-USA, 0712
http://oase.kompas.com/read/2012/07/28/20182793/Puisi-puisi.Bennie.Wego

NAMA ANDA - 11.40

Selasa, 13 November 2012

Puisi Jejak Kasih Seorang Ibu | Puisi Untuk Hari Ibu

Selasa, 13 November 2012


JEJAK KASIH SEORANG IBU
Rudi Setiawan

Ibu,
Terekam jejak-jejak indahmu kala membentukku menjadi seperti sekarang ini
Jejak-jejak kasihmu yang harum mewangi tak akan pernah kulupakan
Saat aku masih ringkih dan lemah
Kau tatih aku, kau gendong aku, kau dekap aku dengan kehangatan cintamu
Ketulusan yang kau tanamkan pada jiwa dan ragaku
Menjadi energi yang dahsyat bagi inspirasiku

Ibu,
Kala aku kanak-kanak, kau tuntun aku dengan prilakumu yang elok
Kau rendra hari-hariku dengan kasih sayangmu yang utuh
Dongeng-dongeng yang kau ceritakan tentang makna kehidupan
Kala menghantarku beranjak kealam tidurku
Seolah terpahat direlung-relung hatiku
Memberikan pencerahan yang indah dalam warna jiwaku

Ibu,
Saat aku remaja dan kenakalanku menjelma
Dengan sabar kau menasehatiku dan bukan mencaciku
Petuahmu mengalir seperti udara yang menyejukan kalbu
Meski kau bukan filosof namun kata-katamu sebijak para pujangga
Walau kau bukan professor namun analog-analogmu secerdas para ahli
Jiwa pemberontakanku menjadi luntur karena kebijakanmu

Kini aku telah mandiri, dengan seabrek gelar dan kepangkatan
Lalu munculah sifat sombongku terhadapmu
Aku mulai enggan menuruti nasehatmu, dan kuanggap sebagai angin lalu
Aku merasa lebih pintar, lebih ahli dan lebih mengerti darimu
Aku tak mau lagi mendengar petuahmu, yang kuanggap telah usang dan ketinggalan jaman
Aku mengguruimu dengan dalil-dalil agama
Aku menuturimu dengan teori-teori ilmiah
Karena aku merasa bahwa aku adalah manusia generasi modern dan
engkau berasal dari generasi masa lalu

Ibu,
Sungguh tak pantas aku berbuat demikian
Sungguh tak elok aku memperlakukanmu seperti itu
Aku tak akan mampu membayar dengan berapapun hartaku
atas setetes air susu yang telah kau tetekan ditenggorokanku
Aku tak mungkin bisa mengganti dengan seluruh pengabdianku padamu
atas ketulusanmu membersihkan kotoran-kotoran masa kecilku

Ibu,
Maafkanlah semua kesombonganku
Dalam kesadaranku yang baru hinggap ini
Ijinkanlah aku bersimpuh dikakimu

31 January 2010
http://oase.kompas.com/read/2010/02/16/21371676/Puisi-puisi.Rudi.Setiawan

NAMA ANDA - 19.09

Rabu, 04 Mei 2011

Puisi Pendek Tentang Ibu

Rabu, 04 Mei 2011

Ibu
Asep Sambodja

aku sakit
aku ingin kau memelukku erat-erat
kuingin kau mengusap kepalaku perlahan-lahan
dan membisikkan doa-doa
-segala doa yang kau hafal dengan baik-
untuk kesembuhanku

Ibu,
aku sangat ingin...

Citayam, 23 Desember 2009

NAMA ANDA - 11.28

Selasa, 15 Februari 2011

Puisi Tentang Ibu | Ibu Karya D Zawawi Imron

Selasa, 15 Februari 2011

Ibu
D. Zawawi Imron

kalau aku merantau lalu datang musim kemarau
sumur-sumur kering, daunpun gugur bersama reranting
hanya mata air airmatamu, ibu, yang tetap lancar mengalir

bila aku merantau
sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku
di hati ada mayang siwalan memutikkan sarisari kerinduan
lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar

ibu adalah gua pertapaanku
dan ibulah yang meletakkan aku di sini
saat bunga kembang meyemerbak bau sayang
ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
aku mengangguk meskipun kurang mengerti

bila kasihmu ibarat samudera
sempit lautan teduh
tempatku mandi, mencuci lumut pada diri
tempatku berlayar, menebar pukat dan melempar sauh
lokan-lokan, mutiara dan kembang laut semua bagiku
kalau aku ikut ujian lalu ditanya tentang pahlawan
namamu, ibu, yang kan kusebut paling dahulu
lantaran aku tahu
engkau ibu dan aku anakmu

(Batang-Batang - Madura)

NAMA ANDA - 13.05

Rabu, 09 Februari 2011

Mencari Ibu | Kumpulan Puisi Untuk Ibu

Rabu, 09 Februari 2011

Mencari Ibu
Alex R. Nainggolan

berapa banyak ibu tumbuh jadi bayangan dalam hariku ?
maka aku pun mencarinya, di atas tanah, sepanjang jalan,
di bawah hujan., tapi selalu kutemukan bentuk ibu-ibu yang lain
menggendong matahari, menancapkan kesakitan di tubuhnya sendiri, atau menyusui bayi yang paling purba
aku kehilangan tanda mencarinya, cuaca kembali datang dengan bencana
yang tak mudah diterka

ibu, ibu, di mana kamu ? seperti masuk ke dalam sesat jalan langkahku
tak ada jawaban, cuma hening yang tak bergeming, menyimpan seluruh masa lalu yang bening

aku mencari ibu di dalam tubuh rempuan
tapi yang kutemukan hanya rahim-rahim yang kosong
kehilangan benih, di sudut-sudut kota berkerumun dengan darah aborsi

aku mencari ibu di tubuh istri-istri
tapi cuma kutukan nyali birahi yang ada
mendekap malam-malam yang penuh keranda

aku mencari ibu lagi, di antara getar suara ponsel
surat-surat yang kutumpuk di lemari pakaian, atau sisa uang untuk belanja
hari ini. tak ada ibu di sana, di pohon-pohon apel
yang ada cuma ulat-ulat, merakit sekarat
tempat adam belajar kata cinta pada hawa
dan menggapai dunia

ibu, di mana kamu ? seperti kundang, tak henti-henti kupanggul kutuk ini
tak kutemukan ibu. hanya patung-patungnya dibangun di penjuru kota

Jakarta, 2004

NAMA ANDA - 17.20

Senin, 17 Januari 2011

Puisi Ibu Tercinta | Keberangkatan Ibu : Gunoto Saparie

Senin, 17 Januari 2011

KEBERANGKATAN IBU
Gunoto Saparie

lepas tengah hari
jenazahmu pun diberangkatkan
siapakah berdoa dalam sedu sedan?
namun tangisku justru begitu sunyi
dan kini kau pun terasa jauh
tak tergapai, tak teraih
kini aku pun kehilangan pelabuhan
terombang-ambing di tengah lautan

lepas tengah hari
aku pun ingin mengangkat kerandamu
namun ngilu hatiku mengingatmu
ya Allah, kau memang benar-benar pergi

2008-2009

NAMA ANDA - 05.35

Jumat, 02 Juli 2010

Kau Bunda di Samping Ibuku | LK Ara

Jumat, 02 Juli 2010

KAU BUNDA DI SAMPING IBUKU
L.K.ARA

Sekian tahun pergi
Kini kembali
Berjuntai dalam airmu segar
Kusaksikan keluasanmu
Kian membiru
Kian terbuka
Namun memendam
Resia paling dalam

Sekian tahun pergi
Kini menggelai
Di tepianmu
Badan lelah
Dari perjalanan jauh
Merindukan kelembutanmu
Usapan ramah riak-riakmu
Kecipaknya mengipaskan
Hiruk pikuk kota-kota.
Dari bawah sadarku

Sekian tahun kembara
Lalu tenggelam
Dalam lelap di nyamani mimpi
Bangunku o danau
Oleh angin kau panggil
Dari taman di seberang
Meniti pelangi ia datang
Buru-buru menegurku
Ia empaskan ombak sore
Yang warnanya puspa ragam
Menyerbakkan aneka wangi

Begitu kasihmu terhadapku
O, inang
Kau bunda di samping ibuku
Anak yang dulu
Pergi diam-diam
Terimalah ia kembali
Si anak nakal
Insyap kini
Ia tetap anakmu

NAMA ANDA - 09.06

Minggu, 16 Mei 2010

Kumpulan Puisi Tentang Ibu | Puisi Untuk Ibu

Minggu, 16 Mei 2010

UNTUK IBU
Yayat Hendayana
Doa Angkatan Kami (1963-1966)

dengan apa bisa kunilai cintamu, ibu
yang mengendap sampai ke dasar-dasar segara
karena aku sendiri adalah angin kemarau
yang tak pernah berhasil memberikan setitik cinta

kalau kauperhitungkan kasihmu, ibu
yang tertimbun sampai ke puncak-puncak menara
bagaimana aku sanggup membayarnya
karena aku sendiri belum lagi punya harga

selalu kudengar dari bisik-bisik hatimu
tiap kali kaugendong aku dan kautiup ubun-ubunku
cinta serta kasih sayang kaucurahkan
pada tiap-tiap kedip mata dan tetesan air susu
adalah restu meski akan dibalas empedu

tapi aku juga punya hati, ibu
yang kutahu takkan selebar hatimu
kuharapkan padanya kesabaran dekat padamu
sampai datang seorang pembawa rahmat
yang melepas kita dari duka dan melarat

Desember 1963



IBUNDA
Ajip Rosidi

Ia terbujur
Bumi subur
Lembah-lembah dan gunung
Telentang tenang
Tangannya mengusap sayang
Perut mengandung.
Matanya nyalang
Langit-langit pun hilang
Karena langit penuh bintang
Dan pahlawan menyandang pedang
Naik kuda hitam zanggi
Adalah masadepan si-jabang
yang dalam rahim
menggeliat geli.
la memejam
Menahan nyeri.
Lalu terbayang
Bundanya tersenyum di ambang
"Tidakkah dahulu
Kusakiti juga bundaku?"
Keringat bermanik bening
Atas jidat, kening.
Ia mengerang
Dan malam yang lengang
Mendengar lantang
Teriakan si-jabang.

1961

Jeram 3 Kumpulan Sajak



IBUNDA
WS Rendra (Malam Stanza)

Engkau adalah bumi, Mama
aku adalah angin yang kembara.
Engkau adalah kesuburan
atau restu atau kerbau bantaian.

Kuciumi wajahmu wangi kopi
dan juga kuinjaki sambil pergi
kerna wajah bunda adalah bumi.
Cinta dan korban tak bisa dibagi.

NAMA ANDA - 02.45

Kamis, 29 April 2010

Ibunda | Puisi Berjudul Ibu

Kamis, 29 April 2010

Ibunda
Ws Rendra

Engkau adalah bumi, Mama
aku adalah angin yang kembara.
Engkau adalah kesuburan
atau restu atau kerbau bantaian.

Kuciumi wajahmu wangi kopi
dan juga kuinjaki sambil pergi
kerna wajah bunda adalah bumi.
Cinta dan korban tak bisa dibagi.

NAMA ANDA - 23.29

Lagu Ibu

Lagu Ibu
Ws Rendra

Angin kencang datang tak terduga.
Angin kencang mengandung pedas mrica.
Bagai kawanan lembu langit tanpa perempuan.
Kawanan arus sedih dalam pusaran.
Ditumbukinya padas dan batu-batuan.
Tahu kefanaan, ia pergi tanpa tinggalan.
Angin kencang adalah birahi, sepi dan malapetaka.
Betapa kencang serupa putraku yang jauh tak terduga.

NAMA ANDA - 23.26

Minggu, 25 April 2010

Puisi Kasih Sayang Ibu | Untuk Ibu

Minggu, 25 April 2010

UNTUK IBU
Yayat Hendayana

dengan apa bisa kunilai cintamu, ibu
yang mengendap sampai ke dasar-dasar segara
karena aku sendiri adalah angin kemarau
yang tak pernah berhasil memberikan setitik cinta

kalau kauperhitungkan kasihmu, ibu
yang tertimbun sampai ke puncak-puncak menara
bagaimana aku sanggup membayarnya
karena aku sendiri belum lagi punya harga

selalu kudengar dari bisik-bisik hatimu
tiap kali kaugendong aku dan kautiup ubun-ubunku
cinta serta kasih sayang kaucurahkan
pada tiap-tiap kedip mata dan tetesan air susu
adalah restu meski akan dibalas empedu

tapi aku juga punya hati, ibu
yang kutahu takkan selebar hatimu
kuharapkan padanya kesabaran dekat padamu
sampai datang seorang pembawa rahmat
yang melepas kita dari duka dan melarat

Desember 1963


NAMA ANDA - 11.08

Rabu, 21 April 2010

Ibunda | Puisi Untuk Ibunda

Rabu, 21 April 2010

Ibunda
Ajip Rosidi

Ia terbujur
Bumi subur
Lembah-lembah dan gunung
Telentang tenang
Tangannya mengusap sayang
Perut mengandung.
Matanya nyalang
Langit-langit pun hilang
Karena langit penuh bintang
Dan pahlawan menyandang pedang
Naik kuda hitam zanggi
Adalah masadepan si-jabang
yang dalam rahim
menggeliat geli.
la memejam
Menahan nyeri.
Lalu terbayang
Bundanya tersenyum di ambang
"Tidakkah dahulu
Kusakiti juga bundaku?"
Keringat bermanik bening
Atas jidat, kening.
Ia mengerang
Dan malam yang lengang
Mendengar lantang
Teriakan si-jabang.

1961

Share

NAMA ANDA - 11.58