;
Tampilkan postingan dengan label Tema Gunung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tema Gunung. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Januari 2013

Puisi Tentang Gunung "Merapi" | Daman Surachman

Kamis, 03 Januari 2013


MERAPI
Daman Surachman

Merapi tegak berabad abad lalu
tak bergeming oleh sang waktu
tak bising oleh hiruk pikuk kota
tak merasa peduli dengan gemerlap dunia
tak merasa penat menunggu bumi Yogya

Anakku, begitulah merapi
mandiri dalam sepi
mandiri membakar semangat diri
memberi peringatan
memberi kesuburan

Merapi nampak setiap pagi
kala bersinar mentari pagi nampak tegar
kala turun hujan pagi nampak kelam
akupun selalu berenang dalam vektor kenangan

Anakku, begitulah Merapi
setia bagi bumi Yogya
seperti setiaku padamu
selalu rindu dan kirim untaian doa
karena jauh di mata

Sleman, Juli 2008


NAMA ANDA - 12.23

Senin, 07 Februari 2011

Gunung Tampomas | Puisi Keindahan Alam

Senin, 07 Februari 2011

Gunung Tampomas
deddi anggadiredja

wahai tampomas
kau tak kan meletus sampai kiamat nanti
kau trima pendok mas yang sakti
pangeran sumedang telah menjadi saksi
seizin Sang Hyang Widi

dikakimu kau persembahkan kali
airnya jernih sekali
air sumber kehidupan
rakyat sumedang larang

dari tebing-tebingmu sampai ke kaki
pucuk-pucuk cemara menari-nari
dipuncak yang paling tinggi
ada tempat sidang para wali
dilembahmu
ada sawah para petani

Sumedang, 1961

NAMA ANDA - 23.54

Jumat, 02 Juli 2010

Puisi Bertema Gunung | Gunung Singgah Mata

Jumat, 02 Juli 2010

GUNUNG SINGGAH MATA
Puisi L.K.ARA

Dari puncak Singgah Mata
Memandang ke bawah
Kelembah pagi
Ke liku-liku senyap

Dari puncak Singgah Mata
Meyaksikan awan
Berguguran
Berkas-berkas caya
Turun kerimbun pohon
Burung – burung
Hinggap dan terbang
Kijang-kijang berkejaran
Di panas bertelau
Pekik dan ciap
Meriangi siang hari
Panorama abadi
Mengusir keresahan

Dari puncak Singgah Mata
Memandang ke gunung di depan
Di sampingnya jalan meliku
Tadi pagi kita lalui
Tanpa engah
Tiap jengkal tanahnya
Mengandung perih
Darah dan keringat
Riwayat derita
Dibawah sangkur penjajah


NAMA ANDA - 09.14

Minggu, 02 Mei 2010

Puisi Ziarah Ke Makam Tjoet Nyak Dien | Di Kaki Gunung Puyuh Sumedang

Minggu, 02 Mei 2010

DI KAKI GUNUNG PUYUH SUMEDANG
Isnu Kembara

Sampai di sini kita ingat kembali
Hari-hari kemarin kita berziarah
Mendaki puncak menuruni lembah
Hutan mugo glee rayeuk tameih*)
Hudep saree matee syahid*)

Sampai di sini Meulaboh-gunung puyuh*)
Batin teduh akhlatul kharimah
Aceh tanah tumpah darahnya
Sumedang tanah pusaranya
Tjoet Nyak Dien ibu perbu ratu
(gerimis waktu itu adalah airmata cucunya)

sampai di sini
di kaki gunung puyuh sumedang
kami dendangkan syair hikayat perang sabil*)
buat Teuku Umar
buat Tjoet Nyak Dien
buat rakyat Sumedang
buat mesjid Agung
buat Adipati Kesuma Dilaga
buat Temanggung Arya Rurya Kusuma
buat H. Husna dan H. Duhe Djuwaeriah
di tanah wakafmu kami duduk di Meunasah*)
menyerah segalanya kepadamu Tuhan
di sini kami hanya berserah diri


Sumedang, Jawa Barat, 1993

*) hutan mugo glee rayeuk tameih adalh tempat Teuku Umar (suami Tjoet Nyak Dien) di makamkan di dekat Meulaboh-kabupaten Aceh Barat

*) hadeep saree matee syahid adalah semboyan perjuangan rakyat Aceh, yang berarti hidup adil mati syahid

*) gunung puyuh sumedang, tempat di makamkan Tjoet Nyak Dien, setelah wafat dalam masa pengasingan di pulau jawa

*) syair sastra Aceh yang menjadi pemicu semangat perjuangan rakyat Aceh mengusir tentara Kolonial

*) surau kecil


NAMA ANDA - 20.05