;
Tampilkan postingan dengan label Tema Bunga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tema Bunga. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Desember 2012

Puisi Sekuntum Mawar Mekar | Anis Yuliana Samara

Minggu, 23 Desember 2012


Sekuntum Mawar Mekar
: Mahar Perkawinan
Anis Yuliana Samara

Aduhai Ma, cermin memantulkan ayu rupaku. Kukedipkan mata, seketika eye shadow mengingatkanku pada pesta perkawinanmu tempo dulu. Kau bilang, hidungku mancung seperti aktris-aktris luar negeri di televisi. Mascara untuk menebalkan bulu-bulu mata. Jangan lupa tipiskan tepian bibirku dengan pencil cosmetic dan beri sentuhan lip ice. Tahun berapa ini Ma, seorang laki-laki mengawiniku dengan sekuntum mawar mekar sebagai mahar. Benarkah? Aduhai Ma, jika jodoh, pasti berjodoh. Tapi kata Mama, pasrah itu berarti kalah. Sebagaimana penyair laki-laki ingin mengawini seorang perempuan dengan mahar puisi—apakah ia kalah jika benar-benar tidak ada perempuan yang tertawar? Barangkali ini bukan soal pasrah atau kalah Ma. Puisi melampaui resepsi perkawinan Ma.

2012

http://oase.kompas.com/read/2012/10/30/2019455/Puisi-puisi.Anis.Yuliana.Samara

NAMA ANDA - 14.18

Rabu, 14 November 2012

Puisi Taman Bunga | Puisi Bunga Cinta Kita

Rabu, 14 November 2012



TAMAN BUNGA
Rudi Setiawan

Lama kutunggu saat dimana kau dan aku
Kumainkan kecapi mendendang lagu
Dan kau bersenandung dalam iramanya.

Kuncup-kuncup bunga bermekaran
Warna-warninya membias keindahan
Aroma wanginya memancarkan kegairahan
Kupu-kupu dan kumbangpun menari kegirangan

Sepasang angsa berenang dalam kolam cinta mereka
Sementara kita semakin hanyut dalam lagu kasmaran
Jangan hiraukan langit yang memandang penuh iri
Kita abaikan saja angin yang mendesah cemburu

Doha, 20 October 2009
http://oase.kompas.com/read/2010/02/16/21371676/Puisi-puisi.Rudi.Setiawan

NAMA ANDA - 12.01

Minggu, 06 Februari 2011

Romansa Setangkai Bunga | Arsyad Indradi

Minggu, 06 Februari 2011

Romansa Setangkai Bunga
Arsyad Indradi

Sempurnakan jerit setangkai bunga
Agar mimpi jangan gelisah
Waktu pagi dibasuh tangisan kecil
Tapi aku tak ingin siapa pun
Mengusik ujung kelopaknya
Sebab setiap tetes embun
Adalah suara rintihan riwayat
Kerinduan

Tak perlu jambangan
Sebab akulah jambangan setiap rintihan
Tuhan kutaruh keyakinan
Jangan kau sembunyi di balik angan-angan


Banjarbaru, 2001

NAMA ANDA - 10.31

Rabu, 28 Juli 2010

Puisi Bunga LK Ara | Puisi Bertema Bunga

Rabu, 28 Juli 2010

BUNGA
LK Ara

Subuh itu ada yang memetik bunga
Disusunya di gelas kaca
Ditaruhnya di atas meja
Terasa Cezanne tiba
Menegaskan warna
Memberi kesegaran rasa
Yang sudah lama sirna

Jakarta, Februari 1986

NAMA ANDA - 03.42

Minggu, 25 Juli 2010

BERSAMA DALAM BUNGA TIDUR

Minggu, 25 Juli 2010

BERSAMA DALAM BUNGA TIDUR

sejenak mentari menyambut...
butir" kehangatan...
sinar kemilau kian..menumbuhkan
memori tentang sang pujaan

Takdir yang sejuk ini
serasa menjadi mala petaka

hai angin kau tahu rasaku
mengapa kau biarkan
duri tajam menusuk ku

rembulan malam
terangmu tentu...melihat
hati dalam angan mimpi
tapi kenapa kau melepaskan
dia untuk robek...

diam dan tenang
dalam kegelapan

merenung kemunafikan
yg silih menghantam
serta hanya bayangan
bersama dalam bunga tidur...


PUISI BUKU 1 Karya 1104 dan NOEL
www.eryyuliana.co.cc

NAMA ANDA - 15.45

Rabu, 16 Juni 2010

KETIKA JARI-JARI BUNGA TERLUKA

Rabu, 16 Juni 2010

KETIKA JARI-JARI BUNGA TERLUKA
Oleh : sapardi Djoko Damono

Ketika Jari-jari bunga terluka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata

suatu pagi, di sayap kupu-kupu
disayap warna, suara burung
di ranting-ranting cuaca
bulu-bulu cahaya
betapa parah cinta kita
mabuk berjalan diantara
jerit bunga-bunga rekah…

Ketika Jari-jari bunga terbuka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata

NAMA ANDA - 16.12

PUISI BUNGA 3 | Kumpulan Koleksi Puisi Bunga

BUNGA 3
Oleh : Sapardi Djoko Damono

seuntai kuntum melati yang di ranjang itu
sudah berwarna coklat ketika tercium udara subuh
dan terdengar ketukan di pintu
tak ada sahutan
seuntai kuntum melati itu sudah kering:
wanginya mengeras di empat penjuru
dan menjelma kristal-kristal di udara
ketika terdengar ada yang memaksa membuka pintu
lalu terdengar seperti gema "hai,
siapa gerangan yang telah membawa pergi jasadku?"



NAMA ANDA - 15.58

PUISI BUNGA 1 | Puisi Tentang Bunga

BUNGA 1
Oleh : sapardi Djoko Damono

(1)
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia rekah di tepi padangwaktu hening pagi terbit;
siangnya cuaca berdenyut ketika nampak
sekawanan gagak terbang berputar-putar di atas padang itu;
malam hari ia mendengar seru serigala.
Tapi katanya, "Takut? Kata itu milik kalian saja, para manusia.
Aku ini si bunga rumput, pilihan dewata!"

(2)
Bahkan bunga rumput itu pun berdusta.
Ia kembang di sela-sela geraham batu-batu gua
pada suatu pagi, dan malamnya menyadari
bahwa tak nampak apa pun dalam gua itu
dan udara ternyata sangat pekat
dan tercium bau sisa bangm
dan terdengar seperti ada embik terpatah
dan ia membayangkan hutan terbakar dan setelah api ....
Teriaknya, "Itu semua pemandangan bagi kalian saja, para manusia!
Aku ini si bunga rumput: pilihan dewata!"

NAMA ANDA - 15.57

PUISI BUNGA 2 | Sapardi Djoko Damono

BUNGA 2
Oleh : Sapardi Djoko Damono

mawar itu tersirap dan hampir berkata jangan ketika pemilik
taman memetiknya hari ini; tak ada alasan kenapa ia ingin berkata
jangan sebab toh wanita itu tak mengenal isaratnya -- tak ada
alasan untuk memahami kenapa wanita yang selama ini rajin
menyiraminya dan selalu menatapnya dengan pandangan cinta itu
kini wajahnya anggun dan dingin, menanggalkan kelopaknya
selembar demi selembar dan membiarkannya berjatuhan menjelma
pendar-pendar di permukaan kolam

NAMA ANDA - 15.57

Selasa, 04 Mei 2010

Puisi Bunga-bunga Daun Luruh | Korrie Layun Rampan

Selasa, 04 Mei 2010

Bunga-bunga Daun Luruh
Korrie Layun Rampan

Bunga-bunga daun luruh
Halaman ditinggal adzan
jalanan senyap lubuk terpendam
Ke ujung tangisan

Suara menyapa dalam luruhan
Beranda sunyi menatap halaman
Apakah engkau apakah bosan
Yang setia berdiri di sisi kesepian

Bunga-bunga daun luruh
Halaman itu sunyi ditinggal diam
Pelangi mencium lubuk dan kolam
Kita pun di sini ngungun dalam gerimis duka jatuh
Menghitung-hitung sukma hari-had dekat dan jauh


1974

Kumpulan Puisi Suara Kesunyian "Lagu Impian"

NAMA ANDA - 00.52

Rabu, 21 April 2010

MASIHKAH BUNGA `KAN MEKAR | Puisi Puisi Perjuangan

Rabu, 21 April 2010

MASIHKAH BUNGA `KAN MEKAR
Dadan Dania DK

Langit memerah darah manakala Yogya berpagar sangkur
pagi-pagi empat Mei empat tujuh
fajar memudarkan pijar belulang yang terbakar
kenyataan memanggilmu tampil
insyaf akan tanggung jawab
yakin akan kebenaran Islam
Yoesdi Ghazaii, Anton Timoer, Nursyaf, Ibrahim dkk
menuntunmu bangkit sebagai anak kandung revolusi.

Udara pertama yang kauhirup
wanginya mesiu
atas kerikil dan onak yang terserak
beranjak meniti hari yang bertaji
dada membusung punggung terpampang
menantang cambuk dan dera seterumu
bekalmu semata takwa,
takwa yang membinar jadi syukur
manakala pesona bertahta di beranda sukma
takwa yang berpijar jadi sabar
manakala petaka tersaji di serambi hati.

Bagai debu di garis horison,
tak orang baik-baik berpikir akan ujudmu
bagai punguk di balik awan
tak orang benar-benar mendengar akan cicitmu

Jalur yang terentang putus diranjah mereka
kauluruskan telunjuk dengan gemeletuk gigi
"setapak saja langkah meranjah sela hela
menjamah ranah membentang prana sengketa
gemerlap derapmu kurancap ...
tercapai atau tergapai", itu serumu.

Tekad yang terpahat, tombak mahaampuh meruntuhkan musuh
perisai tangguh menadah pongah punah,
kendati jiwa terpancang atas gelinjang lantang
t'lah kau perketat sekerat ikat.

NAMA ANDA - 18.42