;
Tampilkan postingan dengan label Mawardi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mawardi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 April 2011

Puisi Sejarah Indonesia | Puisi Indonesiaku

Sabtu, 23 April 2011

INDONESIAKU
Mawardi

Malang nasibmu, Indonesiaku...
tiga setengah abad engkau di jajah
kucuran keringat dan darah,
harta sekalipun nyawa di korbankan para pejuang.

63 tahun silam engkau bebas dari penjajahan, kata mereka.
malang nasibmu, indonesiaku...
engkau berada di tangan para penjilat harta dan tahta
sang merahputihpun tetap berkibar di sana,
seakan menampar muka para penguasa korup
Burung garudapun tetap bertengger di sana.

Burung garuda berkata "hai penguasa...!
turunkan aku dari sini, kau merongrong indonesiaku"
merekapun diam membisu, di anggapnya patung tiada guna.
malang nasibmu, indonesiaku...
mereka berebut kekuasaan...

NAMA ANDA - 10.23

Puisi Suasana Alam Desa | Di Desaku

DI Desaku
Mawardi

Kabut hitam menyelimuti gunung
suasana pagi di desaku

Jalan bertanjak menikung tajam
Jalan berbatu dan berdebu

Riuh bocah kecil permainan kelereng
bola-bola karet malambung

Langkah tegar pak tani dan bu tani
memburu sekarung padi

Ayam jago rebutan betinanya
menthok yang mencari cacing di gangnya.

Tersimpan di memori yang terdalam..

Sadarku

Nyiur melambai-lambai indah di pematang sawah

nina-bobok Ibu pertiwi selagi angin sepoi-sepoi
tiba-tiba badai menerjang
sontak terbangun aku.

Siapa hidangkan keraguan....?
laut berbuih putih, terombang-anbing.

Gunung mengeluarkan abunya
sawah,ladang menjadi subur

para petani berkata
“Ibu pertiwi, terimakasih”

Sesampainya penghujung keraguan ini
aku akan selalu bersamamu ibu pertiwi
salam dari anak yang tak tahu diri
sesalkan impian-impian masalalu
lari terbirit di kejar waktu

Ibu pertiwiku.......

ku kan selalu menjagamu
aku rela berkorban demi Ibu pertiwiku
berharap hari esok tetap berada di pangkuanmu

Lalu-lalang kenangan mengitari diri
lambaian nyiur terus memanggilku untuk hadir di hadapanmu ibu pertiwiku

Panggung politik berjubelkan hipokrit-hipokrit tak berduit
menghanguskan idiologi bangsa
“Ibu pertiwi katanya sedang lara?”

NAMA ANDA - 10.08