;
Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 Januari 2013

Antara Teori dan Praktek 01

Sabtu, 19 Januari 2013


Pengantar


Tulisan ini bukanlah cerita tentang hubungan seksual saja, akan tetapi merupakan pengalaman perjalanan seksual penulis sepanjang hidup. Apabila ada peneliti ataupun pembaca yang tertarik dengan pengalaman seksual penulis, atau sekedar ingin memberikan komentar, pertanyaan, maupun berkenalan, penulis mempersilakan Anda untuk menghubungi penulis.
Tulisan ini dimaksud sebagai penambah wawasan. Tulisan ini seluruhnya diceritakan secara jujur, namun nama-nama yang disebutkan bukanlah nama aslinya. Penulis juga mengganti nama penulis kerahasiaan identitas nama-nama yang tertulis tetap terjaga. Semoga tulisan ini berguna

Tentang Masturbasi & Sunat

Masturbasi
Aku sudah sejak kecil bermasturbasi. Aku sudah tidak ingat umur berapa pertama kali aku bermasturbasi. Yang jelas, aku masih belum sekolah TK, aku sudah biasa memainkan alat kelaminku sendiri. Jelas, pada saat itu tidak ada terpikir olehku tentang hubungan seksual dengan lawan jenis. Aku hanya menikmati rasa nikmat yang timbul ketika bermasturbasi.

Sejak kecil, saat bermasturbasi aku menggunakan alat-alat, entah dari mana, aku mengasosiasikan atau membayangkan bahwa aku disunat, dan dengan alat itu disentuhkan ke kulit kemaluan/kulit kulup/kulit yang menutup kepala kemaluan (foreskin). Ada rasa nikmat saat aku menyentuhkan alat-alat, seperti jarum untuk merajut, dll. Kalau tidak terganggu oleh panggilan ibuku, biasanya aku akan asyik sendiri memainkan foreskin-ku, dan mencapai suatu kenikmatan yang nikmatnya tiada tara (orgasme), namun setelah itu pasti diiringi dengan perasaan bersalah.

Seringkali masturbasiku gagal karena Ibuku memanggilku, dan biasanya, apabila Ibuku menemukanku dengan celana yang 'amburadul' (apakah ada di antara Anda yang pernah bisa menggunakan celana dengan rapi tapi cepat pada usia sebelum TK?). Entah mengapa aku selalu tidak ingin permainanku ketahuan oleh Ibuku ataupun orang lain. Aku selalu berusaha mengalihkan perhatian dengan pura-pura bertanya tentang hal lain kepada Ibuku. Dan biasanya dengan senyum Ibuku merapikan celanaku dan menjawab pertanyaanku. Setelah aku besar, aku yakin bahwa Ibuku sebetulnya tahu bahwa aku bermasturbasi, tapi dia dengan bijaksana tidak memarahiku, ataupun menanyaiku tentang apa yang telah kuperbuat.

Kegiatan bermasturbasi ini terus kulakukan setiap ada kesempatan, bahkan sampai saat ini tentunya. Saat ini aku tidak lagi merasa bersalah setelah bermasturbasi. Perasaan bersalah ini hilang setelah aku mulai mengenal apa sebenarnya masturbasi, dan banyak pula orang yang bermasturbasi (hampir 90 persen pria pernah melakukan masturbasi). Di sekolahku selalu diajarkan tentang 'Family Education' sejak SMP dan SMA. Pada pelajaran tersebut kami para siswa diajarkan pendidikan seks. Bukan hubungan seksual, akan tetapi apa yang sebenarnya terjadi pada seorang laki-laki, dan juga apa yang terjadi dengan wanita berkaitan dengan perubahan seksual pada dirinya.

Pada waktu SMP, pendidikan secara terpisah antara pria dan wanita, begitu juga pada saat SMA kelas 2. Akan tetapi ketika SMA kelas 3, Pendidikan seks tidak dipisahkan antara pria dan wanita, dan sudah mulai membicarakan tentang seksualitas, ketertarikan pada lawan jenis dll. Dan sejak saat itulah aku mengetahui bahwa masturbasi adalah wajar dilakukan manusia, baik pria maupun wanita, karena itu adalah cara manusia mengurangi ketegangannya, oleh karena itu masturbasi masih bisa diterima, selama tidak mengganggu diri sendiri dan orang lain. (Aku bersyukur bisa mendapatkan Family Education seperti ini). Selain Famili Education, beberapa seminar tentang ini juga membuatku percaya bahwa masturbasi bukanlah perbuatan yang amoral. Perlahan-lahan perasaan bersalah ketika bermasturbasi itu hilang dan aku jadi melakukannya dengan tenang. Setelah aku dewasa aku baru tahu bahwa ternyata kebiasaan bermasturbasi berhubungan erat dengan kebiasaan berbohong. Dan ajaibnya, kebiasaanku berbohong bersamaan dengan hilangnya perasaan bersalah yang timbul setelah bermasturbasi

Sunat
Kilas balik.., kelas 6 SD, aku baru tahu yang namanya hubungan seksual. Teman-temanku yang sudah duluan memasuki usia remaja banyak yang bercerita tentang payudara wanita, bulu kemaluan yang mulai tumbuh, dan juga menceritakan tentang hubungan seksual. Aku baru tahu bahwa alat kelaminku dapat dimasukkan ke alat kelamin wanita dan menyebabkan nikmat. Saat itu pula aku tahu arti kata 'perkosa' (semula aku mengira perkosa = siksa), 'ngentot' (aku pernah dimarahi guru SD-ku, karena aku memaki teman ku dengan kata 'ngentot' yang aku sendiri tidak tahu artinya), 'ngewe' dll.

Saat usia itu aku sudah menyadari bahwa sunat adalah pemotongan foreskin. Dari sekian banyak temanku yang disunat aku mendapat keterangan bahwa disunat tidak terlalu sakit, sakit sedikit. Biasanya orang tua mereka akan berkata demikian ketika aku datang pada syukuran sunatan temanku. Semakin bertambah umur, semakin banyak daftar nama temanku yang sudah di sunat, termasuk teman-teman paling dekat denganku mulai disunat seiring dengan mulai memasuki usia akil baliq. "Semakin besar akan semakin sakit, lo", begitu banyak komentar seperti itu yang kudengar, apalagi kalau menguping percakapan orang dewasa.

Keinginanku untuk disunat bertambah besar, sudah sangat meluap-luap, bahkan sudah sejak aku kecil. Aku merasa bahwa aku semakin berpacu dengan waktu (karena sudah mulai menginjak SMP pada waktu itu). Aku tidak pernah meminta kepada orang tuaku untuk mengantarkan aku untuk disunat, aku malu (aku tidak terbiasa meminta kepada orang tuaku untuk hal-hal yang kuinginkan, aku seorang yang tertutup dan pemalu). Terlebih lagi, aku dilahirkan dan dibesarkan oleh keluarga yang menganut faham yang tidak mewajibkan anak laki-laki untuk disunat. Ayahku sebenarnya disunat, dan Ayahku mengatakan bahwa dirinya disunat sejak kecil.

Sampai akhir kelas 1 SMP aku masih belum disunat, bulu-bulu kemaluanku mulai tumbuh. Saat liburan, temanku yang belum disunat hampir semua disunat, jadi tinggal aku. Dan seringkali pada saat sedang sendiri, aku memainkan foreskin, dan membayangkan kalau foreskin itu hilang (foreskin-ku cukup panjang, aku bisa menjilat ujung foreskin-ku sendiri).

Suatu saat aku bermasturbasi dan tidak sengaja foreskin-ku kutarik agak kuat sehingga kepala kemaluan muncul sedikit. Merah sekali, dan ketika kusentuh, aku merasakan seperti aliran listrik yang menyengat pada kepala kemaluanku sedikit sakit, geli, dan nikmat, begitu sensasional. Ketika kucium tanganku, ternyata bagian kepala penisku berbau kurang sedap. Sejak saat itulah aku mulai berusaha membuka kepala penisku dengan menarik foreskin. Tidak mudah, karena ujung foreskin-ku agak sempit, sehingga kepala penis tidak dengan mudah menyembul tanpa menyebabkan rasa sakit. Aku terus berusaha untuk membukanya. (Aku tidak tahu bahwa kepala penis seharusnya bisa tersembul keluar ketika seusiaku, untuk mengakomodir apabila ereksi.) Namun foreskin-ku sangat panjang sehingga aku tidak pernah merasa terganggu pada saat ereksi.

Pada saat ereksi, foreskin-ku dapat meregang dan masih menutupi kepala penis, hanya lubang penis yang sedikit menyembul keluar (mungkin karena sejak kecil aku biasa menarik-narik foreskin-ku sendiri sehingga kulit foreskin-ku menjadi panjang), dan memang apabila dibandingkan dengan teman-temanku, foreskin-ku lebih panjang.

Suatu hari, ketika keinginan tahuku begitu meluap, karena ingin melihat kepala penisku sendiri, aku menarik foreskin-ku dengan agak dipaksa (saat penis sedang tidak terlalu besar), dan aku merasakan sakit yang luar biasa pada foreskin-ku ketika kepala penisku menyembul muncul. Wah, deg-degan rasanya. Sakit namun sangat senang, karena bentuknya persis seperti penis yang sudah disunat. Akhirnya dapat juga penisku berbentuk seperti penis yang sudah disunat. Betapa senangnya aku pada saat itu. Akupun menyentuh kepala penis (yang saat itu tampak seperti dilapisi oleh sesuatu berwarna keputihan (smegma)) dan terasa seperti terkena setrum, sensasional. Namun sayangnya posisi terbuka ini tidak dapat bertahan lama, karena begitu tidak dipegang, maka foreskin akan menutup kembali, dan kepala penisku kembali terselubung oleh foreskin.

Suatu saat, aku tengah membuka kepala penisku, tapi aku menarik agak terlalu keras, sehingga tampak kulit foreskin yang masih menempel pada corona terbuka (corona = area kepala penis yang melebar, yang menghubungkan batang dan kepala penis, bagian ini termasuk bagian kepala penis yang paling peka). Aku merasakan sakit yang luar biasa, dan pada corona tampak kulitnya memerah. Semakin lama, kulit foreskin yang terlepas dari corona semakin melebar, sampai akhirnya lepas dari sekeliling corona. Selama proses ini aku merasa tersiksa, karena mengalami sakit yang luar biasa, tapi anehnya diiringi perasaan yang sensasional, perih namun nikmat.

Terbukanya seluruh kepala penis dan juga terkelupasnya foreskin dari corona membuat keinginanku untuk disunat bertambah besar, namun aku tetap segan untuk mengungkapkan keinginanku untuk disunat kepada orang tuaku. Dan ternyata orang tuaku tidak mau mengajakku untuk disunat karena mereka berpikir bahwa aku takut disunat. Penasaran akan keinginan disunat terus menggebu pada diriku.

Pada liburan kenaikan kelas 1 SMP ke 2 SMP seluruh teman di kompleks rumahku yang seusia sudah disunat. Jadi, tinggal aku saja yang belum disunat. Wah. Pikiran tentang sunat tersebut mulai menghantuiku, "Kalau bertambah besar, maka kemungkinan akan semakin sakit dan sembuhnya semakin lama, ditambah lagi, tentunya aku akan malu jika rambut dikemaluanku semakin panjang (well, saat itu kan aku masih remaja)". Aku harus segera disunat, tapi aku masih takut untuk bicara kepada orang tuaku. Cerita-cerita di film-film tentang self mutilation, seperti Yakuza yang memotong jari sendiri, dan melihat buku-buku yang banyak di rumahku, yang melihatkan anak di daerah-daerah yang disunat tanpa dibius dan dijahit (di Afrika dll), mungkin anda juga ingat di koran pernah dimuat seseorang yang mengoperasi sendiri dan mengangkat sendiri batu ginjalnya, berita-berita ini menjadi ide buat diriku untuk menyunat diriku sendiri. Kalau cepat dan dengan benda yang sangat tajam, pasti tidak begitu sakit, begitu pikirku.

Berpacu dengan liburan kenaikan kelas, aku tekadku sudah bulat, aku akan menyunat diriku sendiri, maka suatu hari aku mempersiapkan segala keperluan seperti kapas, obat merah, perban, cutter, alkohol, lilin dll. Keesokan harinya, ketika seluruh keluarga sedang tidur siang, aku membersihkan seluruh foreskin dan kelaminku bersih-bersih, saat itu juga aku bermasturbasi supaya aku tidak ereksi pada saat pemotongan foreskin, soalnya selain sulit, pasti juga akan terasa sakit jika ereksi sebelum luka sembuh (begitu keterangan yang aku peroleh dari temanku yang sudah disunat). Selesai membersihkan kemaluanku, aku bersiap-siap, kamar aku kunci dan mulailah dengan ritual, aku mengambil cutter dengan isi baru yang belum ada karat, dan untuk mensuci hama kuberi alkohol dan dibakar di lilin. foreskin-ku kusapu dengan alkohol dengan menggunakan kapas yang telah kusiapkan banyak-banyak. Sedikit konflik dalam pikiranku tentang seberapa banyak foreskin yang harus dipotong.

Akhirnya kuputuskan untuk memotong setengah dari panjang foreskin-ku, dengan pertimbangan bahwa jika ternyata disunat itu tidak enak, maka aku masih memiliki foreskin, tapi jika ternyata menyenangkan, aku masih bisa memotongnya suatu saat. Akhirnya dengan panas dingin dan debar jantung yang sangat kuat, aku mengikat foreskin-ku dengan tali kecil (aku berpikir ini akan mengurangi darah yang keluar dan juga mengurangi rasa sakit). Dengan cepat aku memotong foreskin-ku dengan cutter. Sakit yang teramat sangat kurasakan ketika cutter menyobek foreskin-ku, darah mengalir dari luka tersebut, namun tidak seluruh foreskin-ku terpotong. Aku menjadi bertambah bingung, darah mengalir dan belum terpotong semua. Untuk memotong lagi, rasanya aku tidak sanggup lagi karena sakit sekali rasanya. Segera kuteteskan obat luka dengan kapas dan berusaha untuk menutup kembali luka tersebut dan menguatkan ikatan tali kecil di foreskin-ku.

Aku tidak kuat lagi dan bingung sekali. Akhirnya aku memutuskan untuk membalut foreskin-ku dengan perban dan tidur. Aku berharap bahwa darah akan berhenti mengalir ketika aku bangun tidur. Sore harinya ketika aku bangun tidur aku melihat bahwa darah belum berhenti, aku menjadi sangat panik. Aku harus memberitahu orang tuaku agar dibawa ke dokter dan lukaku harus dijahit. "Oooh my God..." Aku tidak mungkin berterus terang mengatakan bahwa aku telah berusaha menyunat diriku sendiri.

Di tengah galau pikiranku, muncul ide cemerlang, aku memecahkan gelas minum, dan menempelkan darah pada pecahan gelas. Disusunlah cerita bahwa aku mandi, kemudian secara tidak sengaja handuk terkena gelas hingga jatuh, dan pecahan gelas tersebut kembali jatuh ketika aku mengangkatnya dan mengenai kulit foreskin-ku. Hal ini di dukung bahwa aku punya kebiasaan hanya berhanduk saja ke kamar dan baru menggunakan baju di kamar tidurku.

Dengan berdebar-debar aku menyampaikan cerita ini kepada orang tuaku. Orang tuaku panik sejadi-jadinya, mereka takut kalau penisku juga ikut terluka. Mereka memeriksa dengan hati-hati penisku dan segera membawa aku ke rumah sakit. Aku berdebar-debar. Ibuku mengatakan bahwa jangan takut, penisku tidak terkena. Lalu dia berkata bahwa ada kemungkinan bahwa kemungkinan hanya akan dijahit lukanya dan tidak perlu takut, karena tidak sakit karena dibius terlebih dahulu. Aku hanya mengangguk lemas. Dalam pikiranku aku hanya menyesali tindakanku.

Setelah diperiksa oleh dokter UGD, mereka berdiskusi dengan orang tuaku, dan aku mendengar bahwa mereka menyarankan dan meminta persetujuan orang tuaku agar aku disunat saja. Mereka menyebutkan alternatif jika dijahit, dan juga tentunya biaya yang harus dibayar orang tuaku. Tidak lama kemudian Ibuku mengatakan bahwa aku akan disunat! Ibuku menenangkanku, dan mengatakan bahwa aku tidak usah takut disunat, apalagi aku sudah besar katanya. Ahhh, pada akhirnya aku disunat juga! Hatiku berbinar-binar senang karena pada hari itu aku mengalami peristiwa yang kutungu-tunggu sejak aku kecil. Akhirnya dokter UGD menyunatku, dan parahnya, bius lokal yang mereka berikan sudah habis efeknya sebelum proses jahit selesai. Rasa sakit luar biasa aku rasakan pada saat foreskin-ku dijahit oleh dokter.

Luka bekas sunatku baru sembuh kira-kira satu bulan setelah sunat, karena ada sedikit infeksi karena penisku sudah mulai menggantung dan selalu kontak dengan skrotum kontak inilah yang menyebabkan luka tersebut tidak cepat mengering dan terkena kuman. Walaupun aku sudah bisa menggunakan celana ketika 10 hari setelah sunat (dengan luka tetap diperban), namun atas saran dokter, aku tetap menggunakan sarung dan tidak menggunakan celana dalam sampai infeksi sembuh dan kering. Jadi aku hanya mengenakan celana selama sekolah dan pulang sekolah aku kembali menggunakan sarung tanpa celana dalam sepanjang hari. Rasa geli-geli nikmat terasa saat kepala penisku mengenai sarung. Dan celakanya sampai saat ini aku punya kebiasaan untuk tidak mengenakan apa-apa ketika tidur. Bahkan walaupun aku menggunakan celana saat tidur, secara tidak sadar pasti aku akan membuka seluruh celana hingga aku tidak menggunakan apa-apa kecuali pakaian atas (kaos, atau piama).

Kebiasaan ini tidak pernah hilang pada diriku. Oleh karena itu, aku selalu sulit apabila diajak untuk tidur bersama orang lain dalam satu kamar, karena pasti waktu terbangun aku menemukan aku sudah tidak mengenakan celana sama sekali. Aku mencoba dengan menggunakan celana yang sulit dibuka, tapi tetap saja kebiasaan ini tidak bisa hilang. Aku bahkan tidak pernah sadar membuka sendiri celanaku ketika tidur. Anda mungkin tidak percaya, tapi aku tidak berbohong mengenai ini. Sampai saat ini aku selalu tidur tidak mengenakan penutup tubuh bawah. Untunglah isteriku memaklumi keadaanku ini, dan mungkin malah dia senang dengan hal ini.

Jika aku ditanya tentang bagaimana perasaanku setelah aku disunat, dengan tegas aku katakan bahwa aku justru merasa tidak senang dengan kondisi penisku yang sudah disunat. Mengapa? Karena tidak nyaman saat bermasturbasi. Kepala penis langsung bersentuhan dengan tangan dan menyebabkan rasa yang kurang nikmat. Aku menjadi sangat tidak senang dengan kondisi ini, sehingga cara bermasturbasiku kuubah, aku tidak lagi menggosokkan tanganku, tapi aku menggosok-gosokkan kemaluanku ke permukaan yang agak lembut seperti kain yang lembut, selimut dll. Apabila Anda melihat selimutku pada waktu remaja, penuh dengan bekas spermaku. Aku menyesal bahwa aku disunat, dan seperti orang sering bilang, penyesalan datang selalu belakangan. Aku juga menjadi percaya bahwa sunat dapat mengurangi kebiasaan bermasturbasi.



Oleh: tumbuhlagi@yahoo.com


NAMA ANDA - 01.06

Polly, Pengganti Kekasihku


Namaku Florence dan sekarang aku sedang berada di Roma, Itali. Aku tinggal bersama kekasihku yang bernama Erick. Aku selalu bercinta dengan Erick setiap malam hari dan itu membuatku selalu horny. Suatu ketika, Erick terpaksa pergi menjalankan bisnis di Malaysia selama seminggu dan aku sendirian selama seminggu di rumah. Aku sebenarnya ingin sekali mencari teman pria di saat kekasihku tidak di rumah karena vaginaku terasa gatal sekali tanpa adanya pria di sisiku.

Di Apartemenku, Erick memelihara seekor anjing jantan dan kami sangat menyayanginya. Di suatu hari saat Erick tiada di rumah, aku tengah menonton film porno bersama Polly, nama anjingku. Di saat aku sedang menonton film porno itu, aku membayangkan seandainya Erick berada di sisiku dan bersetubuh denganku. Hal ini membuat vaginaku menjadi basah dan aku menjadi sangat terangsang.

Di saat aku sedang terangsang, tiba-tiba Polly naik ke atas tubuhku dan tiduran. Ia sekali-kali mengonggong karena dia mau minum. Lalu timbul ide gilaku, aku mengambil sekotak susu bubuk dan mencampurnya dengan air. Setelah itu, aku kembali ke sofa di mana aku barusan tiduran dan aku membuka pakaianku semua. Setelah aku bugil, aku menumpahkan susu untuk Polly di liang vaginaku. Setelah itu, aku memanggil Polly dan sambil menggoyang-goyangkan ekornya, dia meloncat ke sisiku dan mulai menjilati susu yang berada di sekitar vaginaku. Polly mulai menjilati vaginaku dan klitorisku, ini membuatku menjadi menggelinjang-gelinjang dan tiba-tiba saja aku menjadi mendesah kenikmatan tapi Polly terus menjilati vaginaku mungkin karena dia merasa haus dan lapar makanya ia terus menjilati susu di sekitar ceruk bibir kewanitaanku.

Aku mendesah tak karuan karena kenikmatan yang tiada tara ini sambil aku memilin puting di payudaraku. Aku menjadi nikmat sekali dan Polly masih terus menjilati vaginaku karena di vaginaku masih banyak susu yang tumpah dan sebagian dari susu itu sudah tumpah di sofa tempatku tiduran. Aku masih ingat bahwa di saat Polly menjilati vaginaku. Aku sudah beberapa kali mengalami klimaks yang nikmat sekali, tetapi aku masih kurang puas.

Setelah beberapa saat Polly menjilati susu yang masih ada di vaginaku. Akhirnya Polly menghentikan jilatannya karena sudah tidak ada susu lagi, yang ada hanya cairan kewanitaanku tetapi sekarang Polly menjilati cairan itu dan membuatku semakin menjadi gila. Nikmat sekali, susah dilukiskan dengan kata-kata.

Setelah itu, aku berteriak keras karena ada sesuatu kenikmatan yang mendorongku untuk bergetar hebat dan keluar dari vaginaku. Aku tahu bahwa itulah cairan kenikmatan seorang wanita. Aku kurang puas dan aku langsung mengangkat Polly. Aku melihat penis Polly yang panjang dan nampaknya lebih besar dari punya Erick. Mungkin karena Polly adalah seorang anjing herder yang sangat besar dan gagah jadinya ini yang membuat penisnya besar sekali.

Aku mulai mengangkat Polly dan nampaknya Polly mengetahui maksud dari majikannya sehingga dia hanya menurut saja. Aku mulai menghisap-hisap penis Polly yang belum tegang dan nampaknya Polly mulai menikmati karena terlihat di saat Polly menjulurkan lidahnya dan menggonggong beberapa kali. Aku tidak perduli dan aku terus menghisapnya. Akhirnya aku sudah tidak tahan lagi dan aku memaksa supaya penis Polly yang panjang dan sudah tegang itu memasukki liang kenikmatanku. Polly tidak memperlihat perlawanan dan ia nampak menuruti kemauan majikannya.

Setelah kemaluan Polly memasuki liang vaginaku, rasanya nikmat sekali dan aku mulai memeluk Polly yang berada di atasku. Nampaknya Polly juga menikmatinya karena dia mulai menjilati mukaku sehingga wajahku menjadi penuh dengan air liur anjing.

Aku terus memeluk dan menggoyang-goyangkan tubuh Polly dan ini membuat penis Polly mengocok keras liang kenikmatanku. Aku mendesah tak karuan dan tanpa kusadari mencium moncong Polly dan menjilati moncong Polly yang basah. Aku terus bergoyang dan bergoyang sampai akhirnya aku merasakan ada sesuatu yang keluar dari dalam diriku. Aku terus mendorong-dorong supaya penis Polly terus memasukki liang kenikmatanku dan akhirnya aku merasakan bahwa Polly sudah klimaks dan aku merasakan ada air mani anjing yang memenuhi liang kenikmatanku. Di saat yang bersamaan, aku juga tidak tahan lagi dan aku mengeluarkan cairan kewanitaanku yang membasahi penis Polly. Aku masih ingat bahwa di saat Polly klimaks, ia melolong-lolong dan menggonggong bagaikan srigala dan aku sempat kaget tapi aku tetap cuek saja.

Akhirnya aku melepaskan Polly dari pelukanku dan ia mengibas-ngibaskan ekornya sambil mengarahkannya ke vaginaku. Aku masih capek sekali karena kenikmatan yang baru kurasakan dari anjing peliharaan kami. Masih belum reda rasa lelahku, Polly sepertinya melihat ada cairan yang keluar dari dalam vaginaku dan karena ia pikir itu susu untuk dia, dia menjilati vaginaku yang masih basah oleh spermanya dan cairanku sendiri. Hal ini membuatku bergairah kembali dan aku mendesah terus sambil memilin-milin putingku kembali dan ini membuat hari terindah dalam kehidupanku. Akhirnya aku bergetar dan mengeluarkan kenikmatanku lewat cairan yang keluar dari vaginaku. Aku akhirnya mengangkat Polly turun dari sofa dan memasukkannya ke kandang. Di saat Polly sudah berada di kandang, dia mengonggong kepadaku seakan-akan mengucapkan terima kasih atau marah, aku sudah tidak tahu lagi.

Setelah itu, aku mandi untuk melepaskan bau anjing yang masih melekat di dalam badanku. Aku sempat tersenyum sendiri di kamar mandi mengingat pengalaman seks-ku bersama Polly, anjing peliharaan kami. Aku sempat tidak percaya bahwa seekor anjing bisa memuaskanku berkali-kali. Aku terus melakukan perbuatanku bersama Polly selama Erick tidak ada di rumah.

Seminggu kemudian, Erick kembali dari Malaysia dan setelah dia kembali, aku bercinta dengan Erick lagi. Kadang-kadang ketika aku berciuman dengan Erick, aku mendengar gonggongan Polly, mungkin dia cemburu karena dia tidak mendapat jatahnya ? he.. he..he.., tapi aku tetap tidak bisa melupakan pengalaman bercinta dengan seekor anjing.


TAMAT
Oleh: florence_kim@hotmail.com


NAMA ANDA - 01.06

Antara Teori dan Praktek 02




Hubungan Seksual Sebelum Menikah & Keperawanan
Secara jujur, aku mengatakan bahwa aku telah melakukan hubungan seksual pertama kali ketika aku sedang duduk di bangku SMA. Hubungan seksual pertama kali itu kulakukan dengan pembantuku. Apabila dalam cerita-cerita biasanya diceritakan pembantu itu bahenol, seksi dll. Secara jujur aku katakan bahwa pembantuku itu jauh sekali dari cantik, bahkan lebih tepat jelek. Jauh sekali dari yang namanya seksi, bahenol dll. Pembantuku ini type kutilang darat (kurus tinggi langsing dada rata). Apa yang menyebabkan aku berhubungan seksual dengannya adalah nafsu yang menggebu-gebu dan juga rasa ingin tahu yang kuat.

Aku sering menonton blue film dengan teman SMA-ku. Biasanya aku penasaran setelah nonton dan selalu timbul rasa ingin mencoba. Aku memang sudah punya pacar, tapi tidak terlintas dalam pikiranku bahwa aku akan melakukan hubungan seksual dengan pacarku yang alim, bahkan aku hanya beberapa kali saja mencuri-curi untuk mencium pipinya. Dengan pembantuku, aku sering bertanya-tanya tentang rasa berhubungan seksual. Dia seorang janda yang dicerai oleh suaminya. Dia bercerita tentang pengalamannya setelah kupaksa untuk bercerita. Aku juga memancing-mancing dia agar dia ingin melihat kemaluanku. Aku selalu bercerita bahwa aku merasa tidak senang dengan keadaanku yang sudah disunat (pada saat aku disunat, dia sudah menjadi pembantu rumah tangga di rumahku).

Ketika aku sudah memperlihatkan kemaluanku, rupanya dia menjadi lebih terbuka, terkadang dia mengolok-olok bahwa kemaluanku lebih kecil dibandingkan bekas suaminya, kemaluanku kecil, dll. Tapi dia akhirnya menjadi senang memegang-megang kemaluanku jika kuperlihatkan kepadanya. Dia mengatakan bahwa dia senang kalau memegang penis pria yang kembang kempis waktu ereksi, 'lucu' katanya.

Semakin lama semakin sering dia memegangi, mengurut, bahkan mengulum kemaluanku tanpa kuminta. Terkadang malah dia yang memegang-megang kemaluanku apabila ada kesempatan (rumah kosong atau sedang tidur siang). Aku menjadi tambah ingin tahu tentang kelamin wanita. Aku memang sudah biasa melihat di Blue Film, tapi tidak aslinya. Suatu saat aku memintanya untuk menunjukan alat kelaminnya kepadaku. Setelah didesak dan setengah dipaksa, akhirnya dia mengajak masuk ke kamarnya dan dia membuka celananya. Di situlah aku pertama kali melihat kelamin wanita dewasa ketika aku telah masuk usia akil baliq (remaja). Rasa ingin tahuku bertambah besar ingin melihat isi 'dompet wanita' itu. Aku minta dia berbaring dan aku ingin melihatnya. Semula dia menolak karena malu, tapi setelah aku desak dia mau juga.

Perlahan dia mengangkangkan kakinya di atas tempat tidur, dan aku berlutut melihat kemaluannya yang ditutupi bulu-bulu keriting. Aku tidak bernafsu saat itu, akan tetapi aku sangat senang melihat bentuknya dan juga rasa ingin tahuku mengalahkan nafsuku. Perlahan kubuka labia mayora, labia minora, dan aku merasakan bahwa lubang kemaluannya begitu basah. Saat itu aku tahu bahwa dia bernafsu sekali untuk melakukan hubungan seksual karena pada saat itu dia mengatakan, "Ayo.., ayo..", tapi aku sendiri tidak menghiraukan dan masih ingin tahu, perlahan kumasukkan jari tanganku ke dalam lubang vaginanya yang basah, ada perasaan yang sangat nyaman terasa di jariku. Dinding vagina begitu lembut, basah dan licin. Luar biasa, seumur hidupku, aku baru pernah melihat, meraba dan memasukkan bagian tubuhku ke alat kelamin yang bernama vagina! Saat itu aku tidak tahu bahwa clitoris adalah bagian yang paling sensitif, bahkan aku tidak memperhatikan bahwa di alat kelaminnya ada clitoris. Aku hanya berkosentrasi pada lubang kemaluannya saja yang terasa begitu menyenangkan untuk dipegang.

Didorong oleh penasaran, pembantuku nekat memaksaku membuka celana dan memintaku untuk berhubungan seksual dengannya. "Ayo dong masukin..", katanya. Saat dia membuka celanaku, penisku saat itu belum ereksi. Dia menarikku untuk segera memasukkan penisku ke lubang vaginanya yang saat itu memang sudah basah. Memasukkan penisku yang lemas (baru setengah berdiri) ke lubang vaginanya adalah pekerjaan yang sulit. Karena licin, selalu saja kelaminku meleset dan keluar dari lubangnya. Dia penasaran dan akhirnya dia memegang penisku dan memasukkannya ke lubang vaginanya. Belum sempat aku bergoyang lama, baru saja menekan dan mencabut, penisku melesat keluar. Dia frustrasi hingga akhirnya dia memaksa-maksa penisku untuk masuk ke lubang vaginanya. Ketika masuk agak dalam, aku melihat dia menengadahkan kepalanya seperti orang kenikmatan, dan secepat itu pula aku ejakulasi. Tidak ada kesan yang mendalam pada hubungan seksualku yang pertama. Begitu cepat selesai dan aku hampir tidak merasakan apa-apa ketika penisku berada dalam vaginanya. Yang kurasakan adalah sensasi yang luar biasa ketika mendengar deru nafasnya yang terdengar di telingaku.

Dia begitu kesal karena aku menyudahi persetubuhan. "Curang", katanya. Dan sejak itu aku menjadi penasaran dengan yang namanya berhubungan seksual. Aku dan dia bergantian meminta melakukan hubungan seksual, namun selalu aku yang menyudahinya terlebih dahulu dengan ejakulasi terlebih dahulu. Hubungan dengan pembantuku baru dirasa memuaskan dirinya ketika suatu saat, ketika aku sedang tidur siang, dia masuk ke kamarku, mengulum penisku hingga berdiri, dan dia memasukkan penisku ke vaginanya dengan berjongkok di atas tubuhku. Dia yang berada di atas. Aku bisa bertahan agak lama dan baru ejakulasi sesaat atau bersamaan dengannya mencapai orgasme. Hubungan seksual terus berlangsung setiap ada kesempatan dan baru berhenti ketika dia berhenti mengundurkan diri karena dia hamil (Aku tidak tahu apakah itu karena hubungan seks denganku atau dengan pacarnya yang adalah pedagang yang berjualan di dekat rumahku.) Aku menyesali (sekali lagi, penyesalan datangnya selalu belakangan) atas perbuatanku melakukan hubungan seksual. Tapi sungguh, selama aku berhubungan badan dengannya aku tidak pernah merasakan kepuasan yang sesungguhnya, karena aku tidak merasakan apa-apa selain sensasi basah, licin dan lembut pada penisku ketika memasuki lubang vaginanya.

Hubungan seksualku diluar nikah juga pernah kulakukan dengan dua orang pacarku, lama sekali setelah peristiwa itu terjadi. Aku berpacaran dengan 9 orang wanita, dari semuanya, hanya dua pacarku yang pertama saja yang tidak pernah melakukan kontak seksual, dalam arti ciuman berat (French kissing) sampai dengan hubungan seksual. Dan aku pernah berhubungan seksual dengan salah seorang pacarku yang masih perawan. Hal inilah yang ingin kuceritakan, karena berbeda dengan cerita-cerita yang pernah kubaca ataupun buku ilmiah yang kubaca.

Dinda (bukan nama sebenarnya) adalah pacarku yang pertama yang pernah berhubungan seksual denganku. Saat itu aku dan dia adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Indonesia. Aku berpacaran dengannya setelah sekian lama aku tidak berpacaran lagi. Dengan pacarku terdahulu, sebelum dengan Dinda, aku mengalami pengalaman seksualku yang menarik. Walaupun aku tidak pernah berhubungan badan dengannya, dengan dialah aku pertama kali meremas mesra payudara, mengulum puting susu, sambil berciuman mesra. Bahkan dia pacar pertamaku yang pernah mengulum penisku. Aku baru dapat merasakan nikmatnya melakukan kontak seksual dengan orang yang kusayangi. Aku juga menyadari bahwa penisku secara spontan akan berdiri tegak ketika bermesraan dengan pacarku. Sangat jauh sekali perasaan berhubungan seksual dengan pembantu yang tanpa perasaan sayang, cinta dll.

Kembali ke Dinda, aku dan Dinda telah berpacaran sekitar 4 bulan ketika pertama kali aku berhubungan seksual dengan orang yang kusukai. Dinda adalah wanita yang cepat sekali terangsang nafsu seksualnya. Biasanya kalau sudah berdua di tempat kost, dia mulai minta dipeluk, menciumku, dan biasanya kita akhiri dengan petting (dia membuka seluruh pakaian dan hanya menyisakan celana dalam) dan kami melakukan kontak seksual seperti layaknya orang berhubungan seksual. Sampai suatu saat, aku ingin sekali merasakan kembali rasanya penis berada dalam vagina. Saat itu dia masih perawan, karena pengakuannya dia belum pernah melakukan hubungan seksual. Dengan pacarnya terdahulu, dia mengaku hanya pernah mengulum penis pacarnya dan pernah sampai bugil dan menempelkan alat kelamin, tapi dia bersumpah bahwa tidak sampai memasukkan penis pacarnya ke vaginanya. Bahkan dia menambahkan bahwa penis pacarnya sangat kecil, jauh lebih kecil dari penisku (padahal penisku tidak bisa dibilang besar, karena tidak lebih dari 6 - 7 inchi).

Aku tidak begitu ingat persis kejadian detailnya, tapi saat itu kami akan memasuki petting, dan aku meminta agar boleh membuka celana dalamnya. Dia hanya mengatakan 'apa harus?', aku tidak menjawab, aku hanya mengatakan bahwa aku tidak akan memasukkan penisku, hanya memainkannya di luar dan menggesekkannya di bibir vaginanya (sebelumnya aku pernah memasukkan jari tanganku ke dalam lubang vaginanya ketika bermesraan).

Saat sedang menggesek-gesekan penisku, aku merasakan bahwa vaginanya sangat basah dan licin, timbul niatku untuk merasakan hubungan seksual. Saat itu penisku masih belum terlalu besar, dan perlahan aku mulai menyelipkan penisku di lubangnya. Dan kumain-mainkan, dengan bantuan tanganku kumasukkan penisku yang masih belum ereksi ke liang vaginanya. Setelah berada di lubangnya, perlahan aku mulai mencumbunya, aku menjadi sangat terangsang dan aku merasakan penisku mengeras dan merasakan hal yang sama ketika aku berhubungan seksual dengan pembantuku, basah, licin, lembut. Nafas Dinda mulai memburu dan mulai memejamkan mata dan menegadahkan kepalanya. Melihat hal ini aku tambah bernafsu, dan hanya beberapa kali aku menggoyangkan pinggulku, aku cepat-cepat menarik penisku dan ejakulasi di luar vaginanya.

Tidak seperti biasanya Dinda meneteskan air matanya. Ketika aku tanyakan, dia mengatakan bahwa aku sudah memerawaninya, karena dia merasakan bahwa penisku sudah masuk ke vaginanya. Tidak ada darah keluar dari lubang vaginanya maupun di penisku. Tidak ada rasa penisku menembus sesuatu, tidak ada rasa sakit dirasakan oleh Dinda. Dinda sudah mengalami orgasme saat aku mencabut penisku. Tidak ada sensasi bahwa aku menyobek selaput daranya. Aku hanya merasakan basah, licin, lembut dan hangat. Sejak saat itu kami melakukan hubungan seksual jika ada kesempatan, baik di tempat kostku ataupun di tempat kostnya. Aku masih tidak merasakan sensasi yang luar biasa pada penisku saat berhubungan badan dengan Dinda, hampir sama dengan saat aku berhubungan seksual dengan pembantuku, tapi ada rasa nikmat karena bercumbu mesra. Dinda adalah wanita pertama yang pernah kurangsang dengan mulutku (cunnilingus), atau seks oral. Aku pertama kali melakukan seks oral terhadap wanita, dan perbuatan ini sangat menyenangkan bagiku.

Aku dan Dinda akhirnya putus hubungan karena aku merasa ada yang tidak cocok dengan dirinya, selain aku juga kecewa karena ketika hubungan seksual, Dinda seperti boneka dildo, hanya diam, menutup mata dan nafas tersengal. Tidak ada goyangan pinggul ataupun 'perlawanan' lain yang kuharapkan. Bahkan hampir tidak ada erangan atau desahan Dinda pada saat kami berhubungan seksual. Pernah aku meminta dia untuk di atas tapi dia selalu menolak. Kami akhirnya memutuskan hubungan walaupun aku menyesal karena telah 'memerawani' wanita lain dan tidak menikahinya. Oleh karena itu aku memang tidak pernah mensyaratkan keperawanan kepada calon isteriku sejak aku telah melakukan hubungan seksual dengan pembantuku.

Aku tidak pernah mau berhubungan seksual ataupun kontak seksual dengan orang yang tidak kusukai atau kusayangi, selain aku tidak senang, penisku juga sulit untuk ereksi jika hanya berdekatan dengan wanita, bahkan melihat wanita telanjang. Hal ini pernah terjadi pada perempuan nakal yang pernah mengajaku 'check in' di hotel dan mencoba untuk berhubungan seksual dengannya. Dia sudah telanjang, demikian juga aku, tapi kami tidak jadi melakukan hubungan seksual, aku hanya merangsang payudaranya dan memainkan vaginanya dengan tanganku tanpa melakukan cumbuan. Aku hanya mengatakan bahwa aku lelah dan hanya ingin memainkan vaginanya (Padahal dia manis, putih dan body-nya lumayan, lagipula aku tidak perlu membayarnya, hotelpun dibayar urunan).

Hubungan seksual diluar nikah lain kualami dengan pacarku yang lain, Rita. Sebetulnya dia bukan pacarku, tapi pacar temanku. Dia memang akrab denganku karena pacarnya adalah sahabatku di tempat kost. Suatu hari dia bercerita kepadaku bahwa dia baru saja putus dan sedang galau. Rita seorang gadis manis yang sudah bekerja sejak dia lulus D1. Dia gadis yang pandai, manis, putih dan seksi serta imut. Aku sebetulnya sudah tertarik dengan dia sejak dia masih berpacaran dengan temanku, Tommy. Sejak putus dia sering 'curhat' kepadaku dan mulai dekat denganku. Akupun tertarik dengannya, dan aku minta ijin kepada temanku untuk berpacaran dengannya. Saat itu Tommy sudah punya gandengan yang lebih 'seksi' dari Rita, hal itulah yang menyebabkan Tommy memutuskan Rita, setelah Rita memergoki Tommy sedang bermesraan di kamar kostnya.

Akhirnya kamipun berpacaran. Walaupun kami berbeda kota, tapi Rita rajin berkunjung ke tempatku dan menginap di tempat kostku saat akhir pekan (tempat kostku memang agak bebas. That's why I choose this one !). Berdasarkan ceritanya, dia mengatakan bahwa ketika sedang galau, dia pernah mabuk berat dan 'diperawani' oleh teman kerjanya yang juga mabuk berat. Dia tidak menyesalinya saat itu karena dia ingin balas dendam dengan Tommy. Aku masih menjaga perasaannya, jadi aku tidak pernah berhubungan badan dengannya walau kami tidur bersama. Saat itulah aku menceritakan kebiasaanku membuka celana sendiri, dan aku tidak mau ia kaget karena pada saat bangun melihatku tidak mengenakan apa-apa di tubuh bawahku. Dia hanya terbengong-bengong saat aku menceritakan kebiasaanku itu. Beberapa malam kami lewati dengan hanya berpelukan atau sekedar mencium bibir ala kadarnya. Rita seorang wanita yang enak diajak berdiskusi dan mengobrol. Hari-hari kami lewati dengan mengobrol, bercanda, diskusi tentang segala hal termasuk seks.

Setelah sekian lama berhubungan, akhirnya hubungan kami berlanjut dengan melakukan kontak-kontak seksual. Berbeda dengan Dinda, Rita begitu menggelora dan responnya luar biasa ketika petting. Dia selalu menggerak-gerakkan pinggulnya ketika kelamin kami bersentuhan tanpa dibatasi apapun. Namun aku belum mau memasukkan penisku, karena aku tidak ingin dia hamil atau teringat akan trauma yang pernah ia alami. Namun suatu saat, kami begitu bergairah (sayangnya kami tidak tahu apa yang menyebabkan kami berdua begitu bergairah), dia memintaku memasukkan penisku ke vaginanya yang sudah basah sekali. Semula aku menolak, tapi dia terus merengek dan memaksaku untuk memasukkan penisku ke vaginanya, malah dia sendiri membuka kakinya lebar-lebar supaya penisku masuk. Karena tidak tahan dan dia terus memaksa, akhirnya aku memasukkan penisku ke vaginanya.

Sensasi itu terasa lagi, basah, licin, hangat dan lembut. Namun pada saat penisku masuk, Rita merintih kesakitan, sambil menggigit bibirnya sendiri dan terus melirih saat aku bergoyang. Aku tidak tega melihatnya, namun waktu aku tanya dia hanya mengatakan dengan nada lirih bahwa dia merasa sakit, tapi dia tidak ingin hubungan seksual berhenti. Seperti biasa, hubungan seksual terjadi begitu singkat, dan akupun cepat ejakulasi. Hal ini agak mengganggu diriku karena kalau melakukan hubungan seksual, aku cepat sekali ejakulasi tapi jika petting, aku mampu mempertahankan ereksi sampai lama sekali.

Rita selalu menghiburku kalau aku kecewa karena selalu ejakulasi cepat sekali. Tapi satu hal yang aku dapatkan bahwa Rita selalu merasa sakit ketika aku melakukan penetrasi. Apabila aku melakukan penetrasi, Rita selalu berubah menjadi 'boneka dildo' yang merintih. Perbedaan lain dengan Dinda adalah Rita sudah aku bekali dengan ilmu 'Keggel'. Jadi walaupun dia diam, tapi otot-otot vaginanya meremas-remas penisku di dalam vaginanya. Inilah sensasi luar biasa yang pernah kualami selama melakukan hubungan seksual. Hal lain yang aku dapati dari Rita, adalah bahwa Rita mengaku tidak pernah merasakan orgasme sekalipun dalam seumur hidupnya. Dia merasa bahwa tidak pernah melakukan masturbasi, dan walaupun petting denganku sampai satu jam, dia tidak pernah merasakan suatu 'puncak kenikmatan' seksual (karena itulah aku mengajarkannya masturbasi dengan shower ataupun dengan tangan dan senam 'Keggel').

Dari Rita aku mendapat pengalaman yang sangat berharga yaitu bahwa dia merasa hubungan seksual dengan posisi wanita di atas lebih menyenangkan bagi wanita, karena itulah satu-satunya posisi di mana dia tidak menjadi 'boneka dildo', dia menggerakkan pinggulnya, dan hal ini menyenangkan diriku karena penisku merasa lebih nikmat karena seperti diremas-remas. Hubungan kami akhirnya putus karena kami masih berpendirian dengan prinsip dan pegangan hidup masing-masing, dan kami menyadari bahwa kami berasal dari keluarga yang jauh berbeda di mana masing-masing keluarga sulit untuk menerima pandangan hidup keluarga masing-masing. Setelah dengan Rita, aku berpacaran dengan pacarku yang terakhir yang akhirnya sampai saat ini menjadi isteriku yang tercinta.


Oleh: tumbuhlagi@yahoo.com


NAMA ANDA - 01.05

Antara Teori dan Praktek 03




Tentang Petting & Oral Seks
Aku selalu melakukan kontak seksual dengan pacar-pacarku, kecuali dengan dua pacarku yang pertama. Kontak seksual terjauh selain hubungan seksual (coitus) adalah dengan melakukan petting. Baik dengan masih pacarku menggunakan celana dalam ataupun lepas sama sekali. Saat berpacaran, sebetulnya aku lebih senang melakukan petting, karena lebih lama dan seringkali dapat memuaskan pacarku (Kecuali Rita tentunya). Kepuasanku semakin terasa lebih nikmat apabila mengetahui pacarku sudah terlebih dahulu orgasme (aku rasa semua pria akan senang apabila mampu memuaskan pasangannya).

Terlepas dari aturan, norma dan pandangan, aku merasa bahwa petting adalah salah satu alternatif terbaik dalam melakukan kontak seksual selain mutual masturbasi (saling merangsang alat kelamin pasangan dengan tangan). Dengan petting aku mengetahui bagaimana respon seksual pacarku. Demikian pacarku juga mengetahui tingkah laku seksualku sejak kami berpacaran. Aku dapat segera mengambil keputusan bahwa aku akan terus berlanjut dengan pacarku, tentunya salah satunya (bukan satu-satunya!) adalah dengan mempertimbangkan respon dan tingkah laku seksual pacarku. Karena aku yakin bahwa tingkah laku seksual juga akan sangat menentukan keharmonisan rumah tangga.

Selain itu, aku dan pacarku akan sangat merasa bebas tanpa beban ketika melakukan petting, karena tidak terjadi penetrasi. Sehingga tidak terlalu khawatir apabila suatu saat kami harus mengambil keputusan bahwa kami akan berpisah. Petting sendiri kurasakan (dan juga pacar-pacarku tentunya) dapat meredakan tuntutan kebutuhan pemuasan seksual bersama. Dengan petting aku dan pacarku menjadi lebih terbuka dan lebih akrab satu sama lain.

Kontak seksual yang kusukai selain petting adalah cunnilingus, di mana aku dengan bebasnya memandangi bagian tubuh wanita yang paling kusukai dan aku dapat menciuminya, mengulum clitoris, atau menjilati clitorisnya. Gelinjang tubuh pasanganku membuat senang hatiku. Dan hampir semua pacarku mengatakan bahwa pengalaman itu adalah pengalaman yang sangat berkesan bagi dirinya dalam melakukan kontak seksual denganku. Aku jarang sekali mencium bau kurang sedap dari kelamin pacarku. Apalagi kelamin pacarku terakhir, Vera. Kelamin Vera sama sekali tidak berbau (dan tentu saja tidak wangi). Memang diantara semua pacarku, Vera paling rajin membersihkan organ kewanitaannya setelah dia membuang air, baik buang air besar maupun pipis. Dia selalu membersihkannya dengan sabun. Ada hal yang lain aku rasakan adalah rasa kelamin wanita itu sendiri. Masing-masing mempunyai rasa yang berbeda, sedikit asam, ada yang agak asin, masing-masing mempunyai rasa tersendiri. Aku paling senang melakukan oral seks pada Vera, isteriku. Selain tidak berbau sama sekali, tapi juga tidak berasa. Namun clitoris Vera sangat peka, jadi aku harus ekstra hati-hati dalam memainkannya dengan lidah maupun jari-jariku.

Hubungan Seksual Dalam Pernikahan & Isteriku
Aku merasa senang sekali bahwa Vera menjadi isteriku. Aku memang tidak salah memilih Vera sebagai isteri. Karena selain dia mau menerimaku apa adanya, dia adalah figur wanita ideal menurutku. Dia manis, imut, baik, cerdas, dan manja sekali padaku. Aku merasa bahwa dia selalu memerlukan diriku di sisinya. Aku sayang sekali padanya. Dari penampilan fisik, Vera tidak terlalu ideal, karena tidak memiliki payudara yang besar. Namun payudaranya padat berisi, walaupun kecil. Aku sangat suka sekali melihat kekenyalan payudaranya. Puting payudaranya tidak besar (aku tidak suka yang terlalu besar). Kelaminnya bersih, dan rambut kemaluannya kerap ia cukur (kadang aku yang mencukurnya), yaitu digunting agar tidak terlalu panjang (biasanya hanya sepanjang kurang lebih 2 cm).

Respon seksualnya luar biasa. Vera selalu ikut menggoyangkan pinggulnya apabila kita melakukan kontak seksual. Desah serta rintihan halusnya begitu merangsang. Aku senang sekali jika melihat dia mulai menengadahkan kepalanya, menutup matanya, dan terkadang mengeluarkan desah nafas, erangan ketika mencapai orgasme. Vera tidak segan-segan untuk meminta melakukan kontak seksual denganku. Bahkan karena kita berpacaran jarak jauh, dia suka menelpon dan mengatakan bahwa dirinya sangat ingin melakukan kontak seksual denganku. Tidak jarang Vera mengatakan bahwa dia ingin masturbasi malam itu, atau mengatakan bahwa dia baru saja masturbasi. Vera memang wanita yang aku suka. Dalam melakukan kontak seksual Vera merupakan type wanita yang cepat sekali mengalami orgasme. Apabila ia mengalami orgasme, maka ia akan mengerang, menahan nafas dan menegang. Setelah orgasme, biasanya lemas dan tubuhnya langsung berkeringat. Sayangnya Vera sangat sulit mencapai orgasme yang kedua atau ketiga dalam satu episode. Kami harus melakukan aktivitas lain yang lama, baru dia dapat meraih orgasme yang kedua, ketiga dst.

Dalam melakukan kontak seksual, biasanya Vera lebih dulu mengalami orgasme, baru kemudian aku menyusulnya. Vera sangat pengertian. Ia tetap masih mau melayaniku apabila ternyata aku belum mencapai orgasme. Dia juga memahami ketertarikanku pada bidang seks, dia membiarkan aku melihat gambar-gambar porno dari Internet, majalah dll. Tidak jarang dia ikut nimbrung dan berdiskusi tentang gambar yang kami lihat. Dia juga senang membaca buku tentang pengetahuan seksual dan hubungan seksual yang kubeli. Dan yang aku suka, dia begitu terbuka sehingga dia tidak segan-segan mengungkapkan apa yang ia sukai, apa yang ia tidak sukai denganku. Ia juga sangat memahami bahwa aku sedang menjalani terapi (dari internet) untuk memperbaiki keadaan kelaminku.

Ada hal yang menarik yang kudapatkan ketika melakukan hubungan seksual dengan isteriku, Vera. Sebelum menikah, Vera selalu mengeluh bahwa ia selalu merasa bersalah ketika melakukan kontak seksual denganku, terutama setelah mengalami orgasme. Akan tetapi perasaan itu hilang pada saat kami melakukan kontak seksual pertama kali di malam pengantin. Demikian pula dengan diriku. Biasanya aku tidak mampu untuk mempertahankan ereksi jika melakukan kontak seksual dengan wanita. Akan tetapi ketika kami sudah menikah, hubungan seksual menjadi lebih nikmat, dan aku dapat mempertahankan ereksi dengan baik. Tidak jarang aku dapat menahan ereksi sampai 2 jam tanpa orgasme dalam hubungan seksual yang sangat menggairahkan. Semula aku khawatir bahwa aku salah seorang pria yang tidak dapat memuaskan isteriku. Tapi setelah aku melakukannya dengan isteriku, saat ini aku jadi percaya diri dan hampir tidak pernah aku orgasme sebelum isteriku orgasme. Ternyata tidak terlalu sulit untuk dapat membuat isteriku orgasme. Kepercayaan diriku semakin kuat, dan aku semakin menyingkirkan pikiranku untuk menambah kemampuan seksualku dengan mengkonsumsi obat kuat.

Bersama Vera, aku sudah mencoba beberapa posisi hubungan seksual dalam usia perkawinan baru menginjak dua bulan. Penisku yang semula kurang mampu merasakan kenikmatan dan sensasi lain selain basah, hangat, halus dan licin, kini ada sensasi lain, yaitu seperti remasan-remasan halus dari otot-otot vagina. Terlebih apabila Vera mempraktekkan hasil latihan Keggel ketika melakukan hubungan seksual. Dari Internet pula aku mempelajari beberapa teknik untuk melatih penis agar dapat meningkatkan kemampuan penis, mengeraskan penis serta mengembalikan kepekaan penis. Ada beberapa teknik yang aku praktekkan dan telah kubuktikan bahwa semua teknik ini sangat berguna antara lain tentang Teknik Mempertahankan, Menguatkan Ereksi Serta Meningkatkan Rangsang.

Aku menyesal telah disunat, dan sampai saat ini aku masih menyesali keadaan penisku. Saat ini memang aku sudah lebih dapat menikmati rasa nikmat pada kelaminku ketika melakukan kontak seksual, akan tetapi kondisi penisku masih tetap layaknya penis yang sudah disunat. Kepala penisku masih terbuka dan belum tertutup foreskin.

Semula aku pesimis bahwa foreskin-ku tidak dapat kembali lagi tanpa melakukan operasi plastik. Tetapi secara tidak sengaja, suatu hari aku mendapatkan Homepage yang memaparkan tentang foreskin Restoration (Pengembalian foreskin). Aku melihat homepage itu, dan ternyata aku tidak sendiri, banyak pula pria-pria di belahan dunia, tanpa melihat suku, bangsa dan agama yang telah disunat dan menyesali keadaannya. Mereka mencari cara untuk dapat mengembalikan foreskin mereka. Beberapa metoda telah terbukti mampu mengembalikan foreskin mereka dan mampu menambah rangsangan pada penis mereka.

Dari beberapa homepage tentang foreskin restoration, aku tahu bahwa ternyata di foreskin banyak sekali syaraf-syaraf. Syaraf-syaraf inilah yang akan menerima rangsang berupa gesekan, sentuhan dll. Di samping itu, ternyata foreskin juga mampu untuk menambah ransangan pada clitoris ketika penetrasi. Foreskin juga membantu penetrasi penis. Tidak jarang pula pria yang mengeluh sakit ketika ereksi karena foreskin dipotong terlalu pendek ketika disunat. Beberapa teknik foreskin restoration yang ada saat ini, diantaranya adalah Tapping (dengan tape, cellotape, bandaid, ataupun perban perekat lain), Tugging (dengan memberikan pemberat yang dihubungkan dengan sisa foreskin), dll. Begitu banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengembalikan foreskin tanpa operasi. Aku mengambil salah satu teknik, yaitu T-Tape atau J-Tape. Teknik ini menggunakan Micropore 3M Tape (yang paling ideal, karena perekatnya lembut dan bahannya kuat dan halus), atau perban rekat lain.

Aku saat ini sudah merasakan manfaat dari foreskin restoration ini, kini foreskin-ku sudah mampu menutupi corona penisku ketika sedang dalam kondisi tidak ereksi. Terkadang foreskin-ku dapat menutupi setengah kepala penis ketika penisku tidak ereksi. Hal ini membuat kepala penisku menjadi agak lembab dan menyebabkan kepekaan kepala penisku bertambah baik. Sayangnya saat ini aku agak kurang rajin melakukan terapi ini, sehingga foreskin-ku tidak bertambah panjang lagi. Selain malas, ternyata mencari Micropore di Indonesia sangat sulit. Aku harus berhemat dengan persediaan Tape Micropore yang kumiliki. Jika anda berminat mengetahui tentang foreskin restoration, anda dapat mencari homepage ini dengan mudah, cari saja di setiap search engine, tulis foreskin restoration, maka anda akan menemukan situs-situs tentang foreskin restoration. Di Situs ini Anda dapat melihat pula contoh-contoh kemajuan yang dialami rekan-rekan kita dari belahan dunia.

Selain metoda tentang foreskin restoration, aku juga mendapat teknik-teknik yang dapat digunakan dalam mempertahankan dan meningkatkan kemampuan ereksi, diantaranya teknik untuk mengeraskan penis. Teknik ini sangat sederhana dan hampir tanpa efek samping. Yaitu dengan memanaskan batang penis, kemudian membuatnya setengah ereksi, dan mengurutnya dari pangkal ke ujung (dekat kepala) penis, tentunya Anda harus menggunakan pelicin supaya tidak lecet. Dilakukan selama 30 menit. Cukup dilakukan 1 kali sehari. Aku melakukannya dan hanya dalam 2 minggu aku merasakan kualitas ereksi (kekerasan) penisku meningkat drastis. Vera juga sangat heran dengan kekerasan penisku yang luar biasa dibandingkan dengan keadaan sebelum aku melakukan terapi terhadap penisku.

Latihan lain adalah latihan Keggel, yaitu latihan mengencangkan otot yang ada di antara skrotum dan anus. Latihan ini sangatlah sederhana, mudah dan hampir dapat dilakukan di mana saja. Caranya mudah, apabila Anda dalam kondisi ereksi, kemudian Anda dapat menggerakkan penis Anda tanpa memegangnya atau menggerakkan badan, tandanya otot tersebut telah berkontraksi. Anda cukup melatih kontraksi otot tersebut dengan mengkontraksikan, melepas, mengkontraksikan, melepas, menahan, melakukannya dengan cepat, kemudian lambat dll. Kemampuan melakukan kontraksi otot ini akan membantu menahan orgasme, disamping menambah kuat ereksi dan juga menambah rangsangan bagi wanita apabila dilakukan kontraksi-kontraksi pada saat melakukan penetrasi.

Terkadang aku dan Vera saling melakukan rangsangan dengan hanya memainkan atau mengkontraksikan otot ini. Aku mengkontraksikan ototku dan dampaknya penis dalam vagina Vera bergerak-gerak dan menggelitik dinding vagina Vera. Kemudian Vera membalasnya dengan menggerakkan otot yang sama pada dirinya yang berdampak penisku serasa dicengkeram dengan kuat oleh vagina Vera. Hanya dengan berdiam diri (saat aku sedang menahan orgasme), aku dapat mencumbu Vera dengan mencium leher, pipi dan telinga Vera serta menggerak-gerakkan penisku saja. Vera juga demikian, ia mendukungku agar aku tidak orgasme, ia tidak melakukan gerakan selain gerakan pada ototnya yang berdampak penisku teremas dan kekerasan penis semakin kuat.

Dari pengalamanku bersama Vera aku tahu bahwa jika penisku dimasukkan sebelum mengalami kekerasan maksimal, aku akan cepat ejakulasi. Akan tetapi apabila penisku telah ereksi secara sempurna maka hubungan seksual akan berlangsung lama dan memuaskan kedua belah pihak. Oleh karena itu Vera selalu akan merangsang penisku agar ereksi sempurna, baru kemudian dimasukkan ke dalam vaginanya. Saat ini aku merasa bahwa aku seorang pria, suami yang sangat berbahagia, oleh karena itu aku ingin membagikan pengalaman-pengalaman seksualku dengan orang lain. Mudah-mudahan aku dapat membujuk Vera untuk juga mau membagikan pengalaman serta pengetahuan serta perasaannya kepada Anda semua.

Mudah-mudahan pengalaman-pengalaman seksual saya dapat berguna bagi Anda. Apabila Anda ingin mengetahui lebih lanjut tentang hal-hal yang aku alami, atau ingin memberikan komentar, ingin bertanya, atau ingin melakukan penelitian atas pengalaman seksualku, aku dengan senang hati akan berbagi pengalaman dengan orang lain. Pesan saya adalah, jangan melihat tulisan ini dari sudut agama, moral ataupun adat. Lebih baik Anda melihat tulisan saya sebagai informasi, atau sharing.

Jika ada yang ingin berkomunikasi, silakan hubungi saya.


TAMAT
Oleh: tumbuhlagi@yahoo.com


NAMA ANDA - 01.05

Jumat, 18 Januari 2013

Panti Pijat Plus

Jumat, 18 Januari 2013


Karena benar-benar capai, saya ingin pijat, maka saya pergi ke PPT dekat kantor rekanan saya bagian selatan Jakarta, maklum di rumah tidak ada yang bisa pijat. Tempatnya cukup lumayan depan rumah makan Texas, jadi habis pijat (segar plus capai hilang) bisa langsung makan, khan enak tuh, sebelumnya aku belum pernah ke tempat ini jadi niatku adalah benar-benar pijat, dengan nama Spesial Masturbasi (SM) kuberi istilah begitu karena (setelah beberapa kali) kebanyakan mereka akan menawarkan jasa seperti itu, tak lebih, sebenarnya inisial tersebut memang benar. Yang jadi persoalan adalah cara (teknik) mereka memang benar-benar profesional.

Banyaknya nama-nama WP (wanita pemijat bukan word perfect) tertulis di kepingan plastik, bagian sisi kiri adalah yang tersedia seperti Doxx, Soxxxx, Ixx, Axxx, Wxxx, Mxxx, Sxxx, Sxxxxx, Nxxx, Ixxx, Sxxxx, dan teman-temannya, yang sudah dipesan (cobalah ingat daftar ini - sebab ini biasanya yang terbaik), sedangkan paling kanan sedang tugas, tetapi jangan salah terkadang resepsionis mengatur WP yang terlalu banyak tugas namanya diletakkan di tengah/dianggap dipesan biar WP lainnya merata tugasnya.

Biaya yang tertera di bandrol resepsionis VIP 1,5 jam $75, dengan kamar tertutup tirai ganda dengan dinding tembok (bukan kain/triplek). AC split sendiri, sebuah kursi dan nakash serta tempat sampah (cek apakah ada kondom, bila ada artinya tempat ini menyediakan order khusus). Cermin kecil, jam dinding, gantungan pakaian, tentunya tempat tidur (kalau sudah selesai pijat coba periksa di bawah sprei pasti ada perlaknya. Kalau ngompol biar nggak menetes ke kasur pegasnya (coba angkat perlaknya pasti di daerah pas kemaluan agak lembab kadang diberi pemutih untuk menghilangkan noda bekas ompol, kalau perlu angkat kasur pegasnya kadang-kadang menemukan bekas pakai kondom plus isinya). Sedangkan kamar biasa 1,5 jam $65 (1 jam $50) kamar ditutup kain, AC cassette dipakai bersama, tanpa kursi, lainnya sama dengan di atas. Melihat situasi di atas, sepertinya tidak ada pijat khusus seperti Monggomas, Kartika, dan lain-lain di daerah Kota.

Saya pesan Mbak Sxxxx ke Mbak Axxxx (resepsionisnya), kemudian saya dipersilakan ke kamar VIP 304, berarti saya naik ke lantai 3, dengan kondisi kamar seperti di atas.

Setelah masuk, tidak lama kemudian masuk Mbak Sxxxx (38D, tangan dan betis sedang, agak pendek 150 cm, sekitar 30 tahun, wajah sunda), saya melepaskan semua pakaian kecuali CD.

"Selamat siang Pak", sapa Mbak Sxxxx.
"Siang", jawabku.
"Mau minum apa Pak?", tanyanya.
"Teh plus krem panas tanpa gula!" kemudian dia pergi ke pesawat telepon di luar ruangan, dan kembali ke kamar lagi. Saat aku akan naik ke tempat tidur...
"Pakai krem nggak Pak?" tanya Mbak Sxxxx.
"Pakai!" jawabku singkat.
"Kalau gitu sekalian dilepas aja CD-nya nanti kena krem", kata Mbak Sxxxx.
Karena sudah telanjur tidur telungkup dengan kaki rapat, "Tolong dong lepasin!", seruku. Kan malu belum kenal udah mau lihat rudal mengkeret aja, jadi sambil tidur, CD-ku diplorotin sama dia, tentunya dengan melebarkan sedikit kakiku.
"Mbak AC-nya boleh nggak dimatiin aja, soalnya saya nggak kuat dingin?" Ini trikku karena dia pasti kepanasan, bayangin saja dia jalan sana-sini, mijat, pakai baju komplit, paling tidak blazer akan di lepas, dan tinggal kaos tanpa lengan (bahkan Mbak Soxxx, kaos tanpa lengannya di angkat hingga bawah bra 42FF-nya). Jangan lupa letakkan rudal pada posisi yang aman, bila sewaktu-waktu berubah ukuran, tidak sakit.

Mulailah pijat tanpa krem ke seluruh tubuhku, dimulai dari telapak kaki, betis, paha, pantat, pinggang, punggung. Karena letak kedua kakiku agak rapat, saat dia memijat bagian telapak kaki, otomatis kakiku tertarik dengan sendirinya masing-masing terbawa ke tepi tempat tidur sehingga posisi kakiku terbuka lebar (akhirnya aku tahu maksud posisi ini untuk dapat memijat bagian dalam pahaku, menyenggol biji sedikit).

Saat memijat punggung dia naik ke tempat tidur dengan menduduki pantatku, dan paha bagian dalamnya menyentuh pinggangku, terasa dingin dan halus. Hasil sensor pantatku mengatakan bahwa dia menggunakan celana ketat hingga pangkal paha. Saat tangannya mendorong dari pinggang ke pundak, otomatis posisinya agak menunduk, terasa ada dua hal yang membuat sensor probe-ku over range. Pertama, itu payudara 38D menyentuh punggung, walau masih dibungkus bra dan kaos ada rasa kenyal gimana gitu. Kedua, Saat diduduki pasti daerah lobang pantat dia kan yang nempel di pantatku, nah saat dia menunduk otomatis daging vagina yang tembem seperti tutup bagasi VW Kodok-ku menyentuh pantatku dan ada rasa seperti kedutan, mungkin karena dia tekan pundakku sehingga tumpuannya ada di tutup bagasi itu.

Hingga akhirnya memijat bagian lipatan paha dalam yang kadang-kadang ujung jarinya menyentuh rambut di sekitar biji (kalau aku bilang sih bukan pijat tapi sentuhan atau lebih halus lagi. Padahal belum pakai krem, kalau dia sebelum melakukan ini dia bilang Punten, maka lain kali kalau ke sini lagi, aku langsung order banyakin Puntennya saja, sayang dia nggak bilang). Untuk ukuran pria normal, digituin sih ya pasti kemaluanku bangun, ibarat dongkrak mobil, otomatis pantat keangkat, karena volume kemaluan terisi penuh, untung sudah pada posisi, coba kalau lagi ketekuk, pasti tuh pantat lebih tinggi lagi ngangkatnya.

Lama nggak ngobrol, hanya mendengarkan musik sayup-sayup, dan nampaknya dia sudah menguasai keadaan-aman terkendali (lihat pantatku kadang naik dan merasakan pangkal kemaluanku keras saat pijat dekat biji tadi), keluarlah pertanyaan standar PPT.
"Ke sini sama teman Pak?" tanya Mbak Sxxxx.
"Nggak" jawabku.
"Sudah pernah ke sini?"
"Sudah..." agak berbohong, biar aku tahu servicenya nanti seperti apa, soalnya sesama WP mereka juga bersaing baik wajah, teknik, dan lain-lain.
"Dengan siapa Pak?"
"Wah aku lupa namanya, nggak ngingetin sih!" jawabku. Kalau kamu jawab nama WP-nya nanti dia akan tanya diservice apa aja, bayar berapa dan lain-lain.
"Berarti sering dong Pak",
"Nggak juga, asalnya dari mana Mbak?" tanyaku.
"Bandung", pembicaraan terhenti.

Dia mulai memijat dengan krem yang cukup banyak (ini pijat apa lulur krem) semuanya dari arah bawah ke atas (mungkin maksudnya ke arah jantung, agar peredaran darah lancar, nah bisa bayangkan peredaran darah lancar, kemaluan jadi keras, apa nggak tinggal muncrat saja) tapi teknik pijatnya cukup baik (menurutku) pada daerah tanpa titik rangsang dia akan tekan, tapi bila di daerah titik rangsang berubah tekanannya (bukan pijat tapi sentuhan) bayangkan aku dibikin tegang-nggak-tegang-nggak dan seterusnya, disinilah seninya seks, kalau cuma masukin - muncrat - tidur ngorok nggak ada seni, hanya kewajiban memenuhi kebutuhan.

Urutan pijat dengan krem dilakukan sama seperti tanpa krem, hanya saat dia mulai ke daerah pantat, dia ada di sisi kiriku dekat pinggang, dengan usapan dari paha luar ditarik ke atas masuk antara biji dan paha dalam mengitari lubang anus (yang terkadang sengaja disentuh) dengan kedua tangan secara bergantian, otomatis pantatku naik lagi, pindah ke betis, terus kembali ke pantat lagi (dalam hatiku harus sabar nih, bayangin coba kamu dirangsang terus dicuekin, dirangsang turus di cuekin dan seterusnya), pantas memang lobang pantat itu enak kok kalau dielus-elus, nggak pria atau wanita sama saja, apalagi di masukin. Kemudian dia pindah ke sisi kanan, kembali aku di rangsang terus di cuekin (memijat di tempat lain tanpa menghiraukan rudal yang sudah tanggung), di rangsang terus di cuekin dan seterusnya).

Setelah tahu bahwa kemaluanku keras (dengan menyentuh pangkal kemaluanku dia tahu kalau aku sudah ereksi) berarti aman terkendali, sebab kalau nggak bangun berarti dia harus bersusah payah untuk membangunkan agar dapat tip khusus. Dia pindah memijatnya ke pundak terus ke pinggang terus tangan (benar-benar dibuat kesal nih kemaluanku). Untuk pinggang dia tidak menduduki pantatku lagi, karena banyak krem, takut bajunya kotor (sebelumnya aku protes kok nggak seperti tadi mijatnya?).

Setelah itu dia kembali lagi ke pantat dan melakukan pijatan seperti tadi lagi, terpaksa aku protes keras.
"Teteh! (kakak; bahasa Sunda) tolong dong jangan dibikin pusing nih!" kataku.
"Memangnya kenapa, Pak?" tanyanya.
"Itu mijatnya bikin pusing nih",
"Ya udah Bapak diam saja, ikutin saja yah!"
"Ya sudah",
"Tetapi nanti tip-nya spesial ya Pak!" tuh kan benar.
Disinilah triknya saat kita lagi butuh banget, dia memberikan penawarannya, memang hampir semua WP berusaha mati-matian secara singkat dan seksama membuat kita tegang dan bikin pusing, yang akhirnya kalau sudah nggak kuat akan mengeluarkan work-order.
"Berapa spesialnya?" kataku lagi.
"Biasanya $100",
"Ya sudah", tanpa merinci lagi work-order seperti apa yang akan dia lakukan (soalnya aku belum tahu) lebih gila lagi aku belum tahu apakah di dompet ada $175 ($75 kamar $100 tip) dan seingatku cash only. Disinilah kelakuan para pria, di otak kepalanya yang lebih besar bisa dikalahkan dengan isi kepala bawahnya yang cenderung lebih kecil tapi bisa bikin kepala bagian atas tips buat para wanita.

Mulailah dia meraba dengan menambah krem tadi dengan baby oil (mungkin, soalnya rasanya lebih cair) di bagian pantat, terus meraba dengan ketajaman kukunya dia menyisir (bahasa kasarnya digaruk, tapi lembuuuut banget) rambut sekitar biji ke arah anus. Wah, volume darah di kemaluanku semakin penuh dan pantat ke angkat sebatas kemaluan, biar nggak ketindihan badanku. Tahu kalau ada celah kiri antara kemaluanku dengan pangkal paha tangannya masuk dan mengelus secara perlahan bagian paha, yah naik lagi pantatku, diulangi lagi celah kanan, yah naik lagi pantatku, pijat lagi sekitar lubang anus, yah naik lagi pantatku, hingga posisi badanku tertumpu pada lutut kaki dan siku tangan dan muka menancap di bantal. Sensasinya, jangan anggap enteng. Kucoba mengeluarkan kepalaku dari bantal dan melirik ke belakang, wah ternyata dia duduk dengan posisi mengangkang spt huruf M, kan benar pakai celana pendek ketat sebatas paha, tapi kelihatan mblendug-nya persis seperti tutup bagasi VW-ku. Aku mencoba meraih tutup bagasi itu, tapi kuurungkan, karena ini pertama kali aku ketemu dia.

Akhirnya dapat juga yang dia cari, memijat kemaluanku secara perlahan sekali lagi perlahan, seperti menimang rudal nuklir takut meledak, dengan sangat pelan tangannya ditarik sehingga hanya bagian ujung jari-jari ke arah anus seolah-olah takut kemaluanku jatuh, tangan berputar sesuai dengan bongkahan pantat, jari tangan kiri ke arah kiri dan jari tangan kanan ke arah kanan, saat ini kalau kemaluanku tidak sehat pasti jatuh (ereksi 60%-80%), tetapi yang terjadi antara kemaluan dengan badan seperti garis yang tidak bersinggungan kata geometri, keras sekali, (setelah tegang, aku bilang sama Teteh bahwa apakah tamu Teteh pijat seperti itu apa tegang semua, atau bila orang impoten apakah bisa ereksi, soalnya di atas kepalaku sudah banyak bintang kecil-kecil alias pusing).

Akhirnya aku berkata, "Teteh, aku sudah nggak tahan keluarin aja!"
Tangan kanannya menggenggam kemaluanku dengan lembut (tanpa tekanan dan banyak baby oil-nya) memutar kepala kemaluan dengan jari-jarinya, genggam batang, maju mundur, sementara tangan kiri menusuk anus, kadang meraba rambut di sekitar anus, begitu berulang-ulang, hingga sperma akan keluar. Kira-kira dalam perjalanan di tengah batang kemaluan, eh dipijat sekuatnya kemaluanku, otomatis aku bergetar (over vibration), tak berapa lama dilepas, ya muncrat cairan dari kemaluanku dengan tekanan yang kuat dan nyaris mengenai daguku. Setelah tekanan cairanku turun, otomatis badanku ambruk seperti hidrolik saja atau mesin yang shut-down.

Si Teteh membersihkan tangannya yang belepotan baby oil plus krem plus cairanku dengan kain sprei, dan melanjutkan memijat. Aduh enak lho rasanya, setelah ejakulasi dipijatin, rasanya seperti habis lari dikejar anjing terus selamat lompat pagar.

"Pak sekarang bagian depannya" tanya Teteh. Aku membalikkan badanku, terlihat kemaluanku mengkerut kembali seperti semula, dan Teteh mulai memijat, seperti urutan saat aku telungkup.
"Pak perutnya di urut nggak?" tanya Teteh. Aku menggangguk saja, sepertinya capai banget, dia tersenyum saja melihat aku kelenger.
"Kenapa ketawa?" tanyaku.
"Nggak, itu keluarnya banyak banget dan itunya keras banget",
"Kamu bisa saja nyanjung, entar, kutambah nih tip-nya", candaku.
"Pak ini mau dikeluarin lagi?" tanpa sadar saat urut, rupanya perutku ditarik dari bawah ke atas (mungkin karena gravitasi, perutku buncit jadi turun sehingga perlu ditarik ke atas) tapi saat ditarik, ujung jari menyentuh kemaluanku. Ya, tegang lagi. Aku tidak menjawab, hanya mengangguk sambil memberikan senyum (yang paling manis dari yang kupunya).

Cuma karena posisi telentang jadi mengurutnya (bukan sortir) digenggam dari bawah ke arah atas sambil diputar dengan telapak tangan menyentuh ujung kemaluan, karena tadi sudah keluar. Jadi sekarang agak lama, tapi dengan keahliannya, tangan kanan mengurut kemaluan, tangan kiri meraba biji hingga menyisir rambut sekitar anus, dan akhirnya keluar juga cairanku.
"Pak permisi keluar dulu, cuci tangan", aku mengangguk saja.

Gila 1 jam 20 menit, aku segera pakai kimono dan menuju kamar mandi, dan pakai baju, karena masih ada waktu aku sempatkan mengobrol.
"Teteh liburnya hari apa?" tanyaku.
"Hari Jumat, kenapa tanya libur segala, mau ke sini lagi?"
"Nggak kalau ada temanku mau ke sini kan jadi tahu."
"Bapak orangnya baik deh",
"Oh iya uang tip-nya belum yah, pantes kamu nyanjung terus", candaku sambil memberikan $100-ku sambil kulihat masih ada selembar lagi berarti selamatlah aku nanti diresepsionis, artinya kan nggak dikejar pengaman PPT.
"Benar Pak, biasanya tamu suka meraba-raba, pegang sana sini, akunya yah belum tahu aja. Semua pria itu bajingan. Kata bokap tetangga temanku nasehatin anak perawannya, kucing itu kalau diberi ikan kadang pura-pura ngambil dikit, tapi kalau nggak ada orang (ada kesempatan) yang diambil ayam seekor, dasar perempuan kaya bola, jauh dikejar, dekat ditendang."
"Ya sudah, nih uang tip-nya, makasih ya Teteh", sambil kucium tangannya.

Sekilas kulihat bulu tangannya merinding.
"Kenapa merinding?"
"Nggak, Bapak memperlakukan WP koq kayak gitu sih",
"Kamu manusia kan, saya juga gitu, dan saya benar-benar puas",
"Pak ke sini lagi yah!"
"Nggak janji yah!"
Tahu nggak, aku melakukan itu semua, ya memberikan preview yang baik agar kalau ke sini lagi dapat yang lebih, pakai ilmu kucing dong.
"Ya udah, terima kasih Teh", dibukanya kain penutup pintu, langsung aku pergi ke resepsionis.
"Makasih Mbak Ajxxx", sapaku.
"Sama-sama Pak", jawabnya.
Tiba-tiba.., "Lho, elu Bud", tanya suara dari belakangku.
"Eh, iya Fexxxx, kok kamu di sini?"
"Iya gue lagi nunggu Sxxxx yang lagi kerja, abis pijat sama siapa lu",
"Eh.. sama Sxxxx"
"Wah lu pasti pijat anus yah?" ucapnya (agak keras, sehingga pengunjung di ruang tunggu pun terdengar).
"Nggak, apaan tuh?" pura-pura bodoh, gila nih anak bikin aku malu aja.
"Ya udah sana, lu kelihatan lemes bin lapar", katanya.
"Nah kamu nunggu siapa?"
"Lu berakin gue tahu".
Oh ternyata dia nungguin Sxxxx yang kerja denganku, aku ngeloyor sambil senyum, mudah-mudahan jari tangan si Teteh nggak dicuci biar dia pijat dengan kerak di sekitar anusku. Langsung saja aku ngeloyor menuju Texas, makan hati/lever 5 buah plus teh manis panas, untuk mengembalikan tenagaku yang hilang diserap Teteh Sxxxx.


TAMAT

NAMA ANDA - 01.05

Rabu, 16 Januari 2013

Kenikmatan di Bis Kota

Rabu, 16 Januari 2013


Nama saya Florence Kim, saya adalah warga Indonesia keturunan Korea yang sekarang sedang berada di Italy untuk tujuan bisnis dan saya sering sekali membaca 17Tahun.com hingga saya menjadi sangat basah. Saya mempunyai pacar bernama Erick, seorang warga Roma, tapi sekarang saya tidak menceritakan pengalaman saya bersama Erick.

Pagi itu, kami makan pagi berdua sambil ngobrol-ngobrol ringan. Erick ada meeting dengan factory jam 11 pagi, jadi saya mungkin menghabiskan waktu dengan jalan-jalan sendiri, tapi tidak masalah soalnya saya sudah terbiasa kemana-mana sendiri. So, setelah cium perpisahan dengan Erick, saya mulai berbenah diri.

Pagi itu udara summer kebetulan sangat indah buat jalan-jalan. Saya memakai skirt-dress katun pendek, sekitar 10 cm di atas lutut, motif floral, dengan canvas-shoes di padukan dengan straw hat yang saya beli di Yogyakarta. Sip deh, komentar saya setelah mengecek sekali lagi di cermin. Baju ini bagus juga, leher bajunya yang berbentuk kotak, low cut memperlihatkan dada saya yang putih dan berukuran 36B.

Waktu saya turun dari kamar, melewati lobby yang crowded, saya sempat merasa tatapan mata yang tertuju pada saya, apa karena saya manis atau jarang kali ngeliat cewek Asia, tapi lumayanlah buat tambah PD.

Saya berjalan-jalan menyusuri jalan kecil di samping hotel. Tidak lama kemudian saya sudah berada di tengah toko-toko dan kafe-kafe kecil. Mungkin daerah pasar kali, soalnya saya baru pertama kali berada di Roma. Entah bagaimana melukiskan perasaan kalau kita berada di tengah-tengah kota yang ramai tapi semuanya asing buat kita. Something scary tapi agak menggoda karena banyak hal yang baru, seperti tampang cowok-cowok Italy yang lagi cofee break dengan baju kantor yang rapi. Kulit mereka yang kecoklatan, dagu yang keras dan mantap plus itu lho.. sisa cukuran yang masih kebiru-biruan bikin gemes pengen ngelus dech, juga perasaan mau nyobain bagaimana rasanya bercinta dengan mereka.

So, saya berjalan santai dengan pikiran yang bercampur aduk. Akhirnya saya berhenti di depan bus station, kemudian setelah saya pelajari rute di map saya, saya mau pergi ke Via Condotti. yah, buat window shopping.

Waktu saya naik ke bus tersebut, bus-nya lumayan padat, tapi tidak seperti di Jakarta sampai bergelantungan di pintu. Paling lorong bus itu penuh orang berdiri sambil berpegangan di pipa besi. Saya juga tidak menemukan tempat duduk jadi saya pilih tempat yang kelihatan agak kosong sambil berpegangan di pipa juga. Kemudian bus-nya melaju.

Saat menit-menit pertama, saya melihat-lihat sekeliling sambil bus itu melaju. Saya merasakan angin bertiup menerpa wajah dan bermain dengan rambut saya yang lurus sebahu. Waktu bus itu berbelok, saya merasa ada sentuhan ringan di paha saya.. kaget, saya melihat sekeliling tapi tidak ada yang ganjil. Saya melihat orang-orang sedang bercakap-cakap dan tidak ada yang mencurigakan. Saya mulai merasa ganjil karena keasingan saya di tengah-tengah bahasa mereka.

Karena tidak menemukan sesuatu yang aneh, saya pikir itu mungkin ketidaksengajaan, lalu saya kembali memandang lurus ke depan. Tapi tidak lama kemudian, tangan itu kembali lagi dan kali ini mengelus pantat saya dengan pelan. Saya menoleh mencari siapa tapi lagi-lagi tidak ada yang saya dapati. Lalu bus berhenti, masuk lagi segerombolan orang sehingga saya makin terhimpit. Saya pikir kalau sudah begini tidak mungkin lagi orang itu berani pegang-pegang, tapi dugaan saya salah karena tidak lama kemudian saya mulai merasakan tangannya di belakang lutut saya, bergerak naik ke atas paha saya. Terus terang saya terangsang sekali karena bagian tengah agak ke belakang dari lutut ke paha itu salah satu daerah sensitif saya.

Antara perasaan gundah, mungkin sungkan siapa tahu ada yang memperhatikan, tapi juga mulai terangsang jadi saya diamkan saja. Karena tidak ada yang bisa saya lakukan di tengah kepadatan bus dan pikir saya, toh dia cuma bisa pegang-pegang, lagi pula saya melihat di sekitar saya itu banyak cowok-cowok berpakaian rapi yang mungkin mau makan siang. So, insting iseng dan cuek plus pengen tahu saya lebih kuat daripada perasaan malu. Saya ingin tahu sejauh mana tangan orang tersebut bereaksi dan juga ngapain malu, nggak ada yang kenal saya ini, lagian cowok-cowok yang dekat saya cakep-cakep.

Mungkin karena saya diam saja, tangan itu mulai berani bergerak perlahan terus ke bagian atas paha tengah saya. Saya semakin grogi. Sambil menahan rasa nikmat yang mulai menjalar dari paha, saya gigit bibir saya, karena takut saya nanti bersuara (karena kebiasaan saya suka berisik). Saya mencoba untuk menyatukan kaki saya supaya tangannya tidak bisa menggerayang ke atas lagi tapi tidak bisa, karena bus itu bergoyang-goyang, yang membuat badan saya jadi limbung sehingga kaki saya harus agak direnggangkan supaya bisa berdiri dengan stabil.

Diantara perasaan nikmat plus tegang, tangan itu semakin berani kali ini dia maju ke atas, menuju ke celana dalam saya. Tangannya mulai membuat lingkaran-lingkaran kecil tepat di daerah sekitar lekukan pantat saya sebelah bawah dan di atas vagina saya yang tertutup celana dalam. Wow, makin terangsang plus grogi deh. Kali ini saya agak melenguh sedikit tapi tidak mengundang perhatian penumpang sebelah saya, mungkin mereka pikir saya kecapekan berdiri kali. Tapi si pemilik tangan ini makin berani setelah mendengar desahan saya. Dia mulai menyisipkan jemarinya ke dalam celana dalam saya yang mini itu. Tidak sulit karena mini, dia bisa merasakan daerah itu mulai basah karena ulahnya. Sungguh sulit untuk melukiskan perasaan saya saat itu.. mungkin pembaca bisa coba untuk membayangkan posisi saya di daerah yang asing dan baru.

Karena dapat angin merasakan kebasahan saya, dia mulai berani membuka bibir kemaluan saya dan memainkan jemarinya di antara kedua bibir itu sambil sesekali melingkar-lingkar di clitoris saya. Aduh, pembaca sungguh nikmat rasanya. Saking tidak kuat menahannya saya rapatkan lagi paha saya. Lalu dengan tiba-tiba saya mencoba untuk menjebak tangannya di antara paha saya, tapi refleksnya sangat bagus sehingga dia sempat lolos waktu itu. Lumayanlah pikir saya untuk catch my breath again. Jantung saya berdegup sangat kencang sampai-sampai saya takut kedengaran sama yang lain. Kaki saya yang mulai lemas sehingga saya sedikit bersandar di kursi yang terdekat.

Tapi tidak lama tangan itu kembali lagi kali ini saya merasa sesuatu yang dingin di celah paha saya yang nantinya saya sadar mungkin itu gunting or what and how? Karena berikutnya celana dalam saya sudah robek terbelah dua. Tangannya semakin berani beroperasi di antara kedua bibir vagina saya melingkar-lingkar dan mulai nenekan perlahan. Pelan namun mesra. Kemudian saya mulai merasa jarinya membuka kedua bibir kemaluan saya dan mulai memasukkan dua buah jarinya ke dalam vagina saya keluar masuk sambil digesekkan ke daerah clitoris saya. Saya terpana karena tidak menyangka dia seberani itu tapi tak kuasa untuk bertindak. Kaki saya mulai lemas lagi mungkin karena kenikmatan yang dihasilkan oleh gerakan jemarinya.

Saya terpaku oleh rasa itu, diam tak bergerak hanya bisa menikmati sambil kuat-kuat menggigit bibir menahan nikmat itu. Perasaan yang tak tertahankan itu membuat saya diam-diam berimajinasi bagaimana rasanya kalau penis yang ada di dalam vagina saya. Dalam diam saya sangat menikmati gerakan tangannya. Saya sudah sangat basah sekarang. Saya kuatir nanti terdengar bunyi seperti clep.. clep.. Saya berdiri setengah bersandar di situ antara perasaan grogi takut ketahuan tapi saya berdiri diam di situ tidak bergerak sambil menikmati permainan tangannya.

Tangan itu tidak berhenti juga mungkin dia dapat merasakan gerakan dinding vagina saya yang makin intense. Saya merasa saya hampir orgasme. Akhirnya tiba-tiba seperti gelombang saya merasakan suatu perasaan yang sangat hebat, mungkin saya orgasme seperti dalam sedetik itu saya berada di suatu tempat yang terang sekali.. sendirian. Untung saya masih bisa menahan tidak menjerit walau susah sekali dan bibir saya terasa sakit karena saya gigit keras sekali. Rasanya berdarah sedikit karena ada rasa besi dalam mulut saya.

Setelah itu, saya kembali bisa merasakan kehadiran orang-orang di sekitar dan membuka mata memandang jalan. Sambil menarik nafas panjang saya berdiri tegak. Saya rapatkan kaki saya, dan seperti semula, tangan itu sudah tidak ada. Saya lihat sekeliling, ada beberapa mata yang memandang saya dengan shock tetapi saya cuek saja. Saya berbalik memandang jalan kembali dan melihat ke jam tangan saya. Well, semua itu terjadi hanya dalam 10 menit.

Di depan saya melihat ada bus station. Saya cepat melewati orang-orang menuju pintu lalu saya turun. Setelah saya memijakkan kaki saya di tanah, saya pandangi lagi bus yang mulai bergerak maju tapi ada suatu gerakan yang menarik perhatian saya. Ternyata ada seorang cowok berkemeja biru, berambut coklat tua dan berumur sekitar 30 tahun mengangkat tangan dan memberi salute kecil pada saya seperti gaya militer di dekat kening itu lho. Dia tersenyum (jujur saja, dia memang ganteng. Kalau dia mendekati saya di sebuah café mungkin saya juga tertarik oleh tampang Italy-nya yang rough but nice itu) Tak sadar, saya pun tersenyum balik.

Begitulah pembaca. Saya mulai melihat sekeliling, ternyata saya sudah satu blok di dekat Via Condotti. Saya mulai berjalan sambil masih tersenyum simpul oleh pengalaman tadi. Pengalaman itu adalah salah satu starter yang membuat saya mulai suka melakukan hal-hal tersebut di tempat umum bahkan di Jakarta mungkin karena adrenalin yang berpacu sangat cepat kalau kita tahu kita di tempat umum membuat saya selalu ketagihan.

Wow, Masih begitu perasaan saya kalau mengingat kejadian itu, seperti saya menulis sekarang ini, vagina saya sudah basah. Tinggal menunggu nanti sore selesai jam kantor. Saya akan bertemu Erick, may be Erick can help me now.


TAMAT
Oleh: florence_kim@hotmail.com


NAMA ANDA - 09.38

Petunjuk Nikmat bagi Wanita


Dalam hal kepekaan seksual, maka clitoris memegang peranan yang sangat penting. Clitoris terletak di ujung atas kemaluan (vagina), tepat diantara bibir dalam dan bibir luarnya, serta tersembunyi dalam lapisan seperti daging tipis (kulup). Bila kita terangsang secara seksual, maka clitoris akan membengkak dan menjadi tegang. Clitoris sendiri relatif kecil sekali. Bagian yang bisa kita lihat hanyalah semacam "kelenjar" atau kepala clitoris saja. Kelenjar ini, berhubungan dengan crura (yang panjangnya sekitar 6-7 cm) dan crura ini berhubungan dengan tulang panggul. Tiga bagian inilah sesungguhnya yang disebut clitoris.
Buah dada kita beserta putingnya juga memiliki kepekaan seksual. Puting buah dada kita akan menjadi tegang bila kita terangsang.

Hal penting dalam masturbasi
Wanita akan menikmati orgasme (puncak kepuasan) dengan rangsangan langsung maupun tidak langsung pada clitorisnya. Cara yang paling penting dalam masturbasi adalah merangsang clitoris dengan jari. Carilah tempat yang tenang, dimana anda dapat santai dan sekaligus konsentrasi menikmati sensasi. Mulailah dengan membayangkan hal-hal yang merangsang nafsu anda sambil menggosok-gosok clitoris anda. Bagaimana tepatnya menggosok, terserah anda, yang penting anda merasa nikmat. Cobalah macam-macam gosokan, menekan, memilin, atau mencubit, dan rasakan mana yang paling enak. Semakin lama anda terangsang, kemaluan anda akan mulai basah. Anda boleh membasahi jari anda dengan cairan kemaluan atau ludah agar gosokan pada clitoris makin licin. Sementara itu, anda boleh juga memilin-milin puting buah dada anda dengan tangan yang lain, atau bahkan tangan satunya juga ikut merangsang sekitar bibir kemaluan anda sendiri. Cobalah membuka penutup clitoris anda agar gosokan jari anda makin terasa pada clitoris. Bacalah juga bacaan-bacaan erotis. Ini akan membuat anda makin berfantasi yang mempercepat pencapaian kepuasan.

Bagaimana saya tahu.. ?
Bagaimana saya tahu kalau saya sudah mencapai kepuasan (orgasme). Orgasme adalah rasa lega sebagai puncak dari rasa geli nikmat yang didapat dari rangsangan seksual dalam bentuk otot-otot yang mengejang berkali-kali. Bila badan anda mulai bergerak sementara rasa nikmat mengalir ke seluruh tubuh, itu saat anda mulai merasakan orgasme. Clitoris anda, kemaluan serta lubang dubur akan mengejang berkali-kali selama orgasme berlangsung. Kemungkinan clitoris anda menjadi sedemikian sensistif sampai anda tidak tahan untuk menggosoknya lagi karena sangat geli. Tetapi juga ada wanita yang langsung mampu menggosok clitorisnya lagi setelah orgasme untuk mencapai kenikmatan selanjutnya. Orgasme bisa merupakan puncak kepuasan dan kenikmatan secara fisik maupun emosi. Anda bisa merintih-rintih selama atau sesudah orgasme. Biarkan semua emosi keluar selama orgasme, karena dengan demikian kita akan merasa lebih tenang dan relaks. Konsentrasikan pikiran pada kenikmatan yang dicapai.

Sarana lain untuk masturbasi
Shower
Tempat yang paling banyak dipakai oleh wanita untuk masturbasi adalah shower. Mungkin dikarenakan saat mandi di shower, wanita mudah terangsang. Bila ujung shower bisa digerakkan dan mengarahkan langsung semprotan airnya ke kemaluan dan juga clitoris, maka rangsangannya juga makin meningkat. Aturlah panas air serta tekanan semprotan sesuai selera anda. Paling baik kita mulai dengan semprotan yang tidak terlalu keras dan selanjutnya ditingkatkan. Makin keras semprotan air, makin terasa rangsangannya pada clitoris anda. Air hangat biasanya yang paling enak. Banyak wanita yang bisa mencapai orgasme dalam beberapa menit dengan cara semprotan shower langsung pada clitorisnya ini.

Jacuzzi
Kalau anda bisa memakai Jacuzzi secara pribadi, cobalah menikmati semburan air yang dipancarkannya. Menghadaplah ke dinding darimana air memancar, tepatkan vagina atau clitoris anda di dekat semburan airnya. Hati-hati jangan terlalu dekat dengan lubang airnya, karena semburan airnya sangat keras. Mulailah dari agak jauh, bila masih kurang terasa di clitoris anda, majulah sedikit sampai benar-benar pas dengan selera anda.

Vibrator
Vibrator yang biasanya dipergunakan untuk memijat, bisa juga dipergunakan untuk masturbasi. Tak perlu anda sentuhkan langsung ke clitoris anda, tapi cukup dengan menggerak-gerakannya di bagian luar sekeliling vagina anda. Baru setelah anda terbiasa, sentuhkan pelan-pelan ke clitoris anda.

Dildo
Jangan sekali-kali memasukkan benda yang tajam, bisa pecah atau kotor. Bila anda memakai dildo, bungkuslah dengan kondom. Dildo dibuat dari plastik atau karet yang lentur, biasanya berbentuk penis lengkap dengan guratan-guratan otot seperti aslinya. Agar terasa kenikmatan menggunakan dildo, pertamakali gosok dulu clitoris anda sampai tegang, barulah masukkan dildo ke dalam liang vagina anda. Bila vagina anda masih terasa kering, pakailah hand and body lotion atau Nivea cream. Pelan-pelan gerakkan dildo keluar masuk liang vagina anda sementara tangan yang satu terus merangsang clitoris. Ada dildo yang dilengkapi dengan perangsang clitoris, sehingga setiap kali ditekan ke dalam, dildonya akan menggesek clitoris.


TAMAT
Oleh: yuni_12@hotmail.com


NAMA ANDA - 09.38