;
Tampilkan postingan dengan label Lailatul Kiptiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lailatul Kiptiyah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 Januari 2013

Puisi Mengantar Mayit | Lailatul Kiptiyah

Selasa, 29 Januari 2013

Mengantar Mayit
Lailatul Kiptiyah

sekawanan burung
beriringan menuju langit
di petang yang murung
sebagian bulu-bulunya luruh, menerpa kafan sang mayit

sang mayit yang sepi dari pengantar
hanya kesiur angin petang mengembusi pucuk-pucuk lontar
rerumput dan tanah di sekitarnya nampak garing
pangantar tak seberapa itu terus mendaraskan
doa-doa hening
ke sebuah liang sunyi lagi sempit
jasad sang mayit di turunkan
tanah-tanah yang terberai segera di timbunkan
: maka sempurnalah pemakaman

petang semakin tenggelam di ufuk paling nun
ketika talqin terlantun
al-fatihah, al-fatihah
“semoga jarak kepadaMu tertempuh sudah”

Maret, 2012

NAMA ANDA - 06.45

Selasa, 15 Januari 2013

Puisi Dari Sebuah Malam | Lailatul Kiptiyah

Selasa, 15 Januari 2013

Dari Sebuah Malam
Lailatul Kiptiyah

dadamu adalah seceruk kolam
di mana daun-daun luka luruh
diam lalu tenggelam

sengat matahari telah meninggalkan
warna memar
di ujung keningmu

ia menyerupai garis-garis doa
yang terus memanjang
hingga melampaui jarak batas pandang

jarak yang tak henti
menjemput takbirMu

September, 2012

NAMA ANDA - 19.03

Rabu, 09 Januari 2013

Puisi Tentang Gambar | Lailatul Kiptiyah

Rabu, 09 Januari 2013

Gambar
Lailatul Kiptiyah

selembar kertas terbang
singgah di bangku taman
gambar wajahmu
bertumbuh waktu, kenangan
berlepasan
dari sekat mimpiku

2011


NAMA ANDA - 12.58

Senin, 24 Desember 2012

Puisi Sebuah Pagi (Tentang Kita) | Lailatul Kiptiyah

Senin, 24 Desember 2012

Sebuah Pagi (Tentang Kita)
-teruntuk TSP-
Lailatul Kiptiyah

sebuah pagi lembut mengetuk pintu
ia memberimu salam lewat kicau burung
memekari matamu dengan ranum embun.
aku membayangkan buku-buku dengan
cerita-cerita lama
selalu rapi kau letakkan
di rak-rak almari di ruang keluarga.
sepenuh kasih sayang kau merawatnya
seperti rindu
seperti doa
seperti cinta.
sebuah pagi lembut bertandang
aku membayangkan kau dan aku duduk
bercengkerama. di bilik dapur sederhana.
menyeduh teh, memanggang roti dengan
mentega, mencuri kata-kata milik para
penyair lama.
setelah itu kau dan aku akan menulis puisi-puisi
cerita-cerita,
catatan-catatan sederhana
tentang apa saja;
tentang kita.

November 2012
http://oase.kompas.com/read/2012/10/01/18494510/Puisi-puisi.Lailatul.Kiptiyah

NAMA ANDA - 13.14

Sabtu, 01 Desember 2012

Puisi Musim Tanam | Lailatul Kiptiyah

Sabtu, 01 Desember 2012


Musim Tanam
Lailatul Kiptiyah

Hujan yang mencurah ke sumur-sumur ledeng
telah mengekalkan tibanya musim rendheng

Benih-benih padi yang  kau semai
ramai bercukul  hijau rinai
Sekawanan belibis terbang hinggap di pematang
di dadamu yang tipis,  duka lama telah mencipta kubang

Seperti sejarah yang  tak tahu mengapa terus berulang
padamu, segala musim di titipkan
Jalan takdir
yang menuntunmu pulang

2012
http://oase.kompas.com/read/2012/10/01/18494510/Puisi-puisi.Lailatul.Kiptiyah

NAMA ANDA - 02.51

Minggu, 25 November 2012

Sajak Rapuh | Lailatul Kiptiyah

Minggu, 25 November 2012


Sajak Rapuh
Lailatul Kiptiyah

dan tentu, aku pastilah serapuh
daun-daun dan bunga-bunga
yang meluruh itu
ketika musim silih berganti
membuatku rebah
melata
ke tanah-tanah
kecuali Kau setia menuntunku
menyemaikan akar
di jalan-jalan
menuju rumahMu

October, 2012
http://oase.kompas.com/read/2012/10/01/18494510/Puisi-puisi.Lailatul.Kiptiyah

NAMA ANDA - 09.21

Rabu, 21 November 2012

Syair Sedih | Lailatul Kiptiyah

Rabu, 21 November 2012


Syair Sedih
Lailatul Kiptiyah

Sepi yang mengekal di pelupuk malam
merobek mata hatiku yang kelam

Di atas lembaran kitab yang menua
huruf-huruf terus bernyanyi
mengabarkan maknanya
sebagian lagi
memeluk rahasia
penciptanya

Di luar kudengar jerit kuk kuk burung hantu
seolah maut telah tiba di muka pintu
lalu kulihat pada cermin, kilasan wajah-wajah sedih
wajah dosa dan doa yang terus tumpang tindih

Jakarta, Februari 2012 (Maulid 1433 H)
http://oase.kompas.com/read/2012/10/01/18494510/Puisi-puisi.Lailatul.Kiptiyah

NAMA ANDA - 01.54

Selasa, 13 November 2012

Puisi Pesan Rindu kepada Ayahku | Lailatul Kiptiyah

Selasa, 13 November 2012


Pesan Rindu kepada Ayahku
Lailatul Kiptiyah

terentang jarak
di tengah jalaran waktu
mimpi berdesis di telinga angin
membuka katup rindu, memanggil ayahku

kemudian angin melesat pergi
dari hening yang pilu
menumpahkan tangisnya di gigir karang sepi

lalu jemari ombak menyentuh bibir perigi
dan rinduku terpatah
di jantung pagi

2009
http://oase.kompas.com/read/2012/10/01/18494510/Puisi-puisi.Lailatul.Kiptiyah

NAMA ANDA - 19.25