;
Tampilkan postingan dengan label Ajip Rosidi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ajip Rosidi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Mei 2010

Puisi Religi | INGAT AKU DALAM DOAMU

Kamis, 06 Mei 2010

INGAT AKU DALAM DOAMU
Ajip Rosidi

Ingat aku dalam do'amu: di depan makam Ibrahim
akan dikabulkan Yang Maha Rahim
Hidupku di dunia ini, di alam akhir nanti
lindungi dengan rahmat, limpahi dengan kurnia Gusti

Ingat aku dalam do'amu: di depan makam Ibrahim
di dalam solatmu, dalam sadarmu, dalam mimpimu
Setiap tarikan nafasku, pun waktu menghembuskannya
jadilah berkah, semata limpahan rido Illahi

Ya Robbi!
Biarkan kasih-Mu mengalir abadi
Ingat aku dalam do'a-Mu
Ingat aku dalam firman-Mu
Ingat aku dalam diam-Mu
Ingat aku
Ingat

Amin


Kumpulan sajak Ajip Rosidi "Ingat Aku dalam Doamu"


Share


NAMA ANDA - 01.50

Puisi Sembahyang Malam | Ajip Rosidi

SEMBAHYANG MALAM
Ajip Rosidi

Alam semesta
Hening menggenang

Air mata yang deras mengalir
bersumber pada kalbu-Mu


Kumpulan sajak Ajip Rosidi "Ingat Aku dalam Doamu"


Share


NAMA ANDA - 01.48

Puisi tentang Jarak | Ajip Rosidi

JARAK
Ajip Rosidi

Berapa jauh jarak terentang
antara engkau dengan aku
Link
Berapa jauh jarak terentang
antara engkau dengan urat leherku?

Tak pun sepatah kata
memisahkan kita


Kumpulan sajak Ajip Rosidi "Ingat Aku dalam Doamu"


NAMA ANDA - 01.47

Puisi Pendek Tentang Hidup | Ajip Rosidi

HIDUP
Ajip Rosidi

Jika hidup telah kautetapkan hingga yang kecil mecil
Untuk apa suara hati terombang-ambing dalam sabil?


Kumpulan sajak Ajip Rosidi "Ingat Aku dalam Doamu"

Share


NAMA ANDA - 01.43

Puisi Tanda Tanya | Dalam Tandatanya Engkau Adalah Jawabnya

TANDATANYA
Ajip Rosidi

Dalam diammu
engkau sebuah tandatanya

Dalam tandatanya
engkau adalah jawabnya

Dalam heningmu
Siapa masih bertanya?
Siapa masih menyeru?
Siapa masih ragu?


Kumpulan sajak Ajip Rosidi "Ingat Aku dalam Doamu"

Share


NAMA ANDA - 01.41

Jumat, 30 April 2010

Puisi Tentang Wayang | Puisi Tema Wayang

Jumat, 30 April 2010

WAYANG
Ajip Rosidi

Bayang-bayang yang digerakkan sang dalang
datang dan hilang, hanya jejaknya tinggal terkenang


Share


NAMA ANDA - 12.44

Puisi Pendek Tema Kolam | Ajip Rosidi

KOLAM
Ajip Rosidi

Ikan-ikan berenangan dalam kolam yang bening-bening
Tak tepercik niat meloncat menerjang langit luas terbentang


Share


NAMA ANDA - 12.43

Puisi tentang Sungai | Puisi Pendek Penyair Indonesia

SUNGAI
Ajip Rosidi

Dari hulu hingga ke muara, berapa kali ganti nama?
Air yang mengalir sama juga, hanya saja bertukar warna


Share


NAMA ANDA - 12.42

Puisi Pendek Dua Baris Tema Matahari

MATAHARI
Ajip Rosidi

Kutembus mega yang putih, yang kelabu, yang hitam sekali
Di baliknya kucari yang terang : Sinar si matahari!


Share


NAMA ANDA - 12.40

Puisi Tentang Lukisan | Di Depan Lukisan Sadali

DI DEPAN LUKISAN SADALI
Ajip Rosidi

Dalam keindahan kutemukan keheningan
dan dalam keheningan kudapati kesalihan


Kumpulan sajak Ajip Rosidi "Sajak-Sajak Anak Matahari"

Share

NAMA ANDA - 10.41

Puisi Tema Nisan | Kauukur Hidup: Cuma Sampai Situ !

NISAN
Ajip Rosidi

1

Dengan patuh kautempuh jentera hari
dari masyrik sampai maghribi
Tiba di jalan buntu : tak ayal lagi
Liang lahat dan nisanmu sendiri

2

Telah kauukur hidup: cuma sampai situ !
Di seberang sana bukan lagi daerahmu


Kumpulan sajak Ajip Rosidi "Ingat Aku dalam Doamu"

Share

NAMA ANDA - 10.39

Puisi Pertemuan Dua Orang Sufi

PERTEMUAN DUA ORANG SUFI
Ajip Rosidi

Ketika keduanya berpapasan, tak sepatah pun kata teguran
Hanya dua pasang mata yang tajam bersitatapan

Suhrawardi atas kuda : "Betapa dalam kulihat
Samudra segala hakikat!"

Dan Muhyiddin di atas keledai: "Betapa fana dia
yang setia menjalani teladan Rasulnya."

Ketika keduanya bertemu, tak pun kata-kata salam
Tapi keduanya telah sefaham dalam diam.


Kumpulan sajak Ajip Rosidi "Ingat Aku dalam Doamu"

Share

NAMA ANDA - 10.36

Kamis, 22 April 2010

Puisi Panorama Tanah Air | Manusia memimpikan keadilan

Kamis, 22 April 2010

Panorama tanahair
Ajip Rosidi

Di bawah langit yang sama
manusia macam dua: Yang diperah
dan setiap saat mesti rela
mengurbankan nyawa, bagai kerbau
yang kalau sudah tak bisa dipekerjakan, dihalau
ke pembantaian, tak boleh kendati menguak
atau cemeti 'kan mendera; -
dibedakan dari para dewa
malaikat pencabut nyawa, yang bertuhan
pada kemewahan dan nafsu
yang bagai lautan: Tak tentu dalam dan luasnya,
menderu dan bergelombang
sepanjang masa.

Di atas bumi yang sama
Manusia macam dua: Yang menyediakan tenaga
tak mengenal malam dan siang,
mendaki gunung, menuruni jurang
tak boleh mengenal sakit dan lelah
bagai rerongkong-rerongkong bernyawa selalu digiring
kalau bukan di kubur tak diperkenankan sejenak pun
berbaring; -
dipisahkan dari manusia-manusia pilihan
yang mengangkat diri sendiri dan menobatkan
ipar, mertua, saudara, menantu dan sahabat
menjadi orang-orang terhormat dan keramat
yang ludah serta keringatnya
memberi berkat.

Di atas bumi yang kaya
manusia mendambakan hidup sejahtera
Di atas bumi yang diberkahi Tuhan
Manusia memimpikan keadilan.

1962



Share

NAMA ANDA - 10.42

Puisi Tema Tamu | Ajip Rosidi

TAMU
Ajip Rosidi

Kau yang menjenguk ke dalam relung hatiku
Meninggalkan jejak menjadi saksi. Sejarah, pahatan batu .
Dari dendam yang rindu. Tak nanti
Hidup hanya rangkaian mimpi-mimpi. Aku tahu!


1969

Ajip Rosidi - Kumpulan Puisi "Kakilangit Lain"


Share


NAMA ANDA - 10.23

Puisi Mimpi Kita Siang Hari

MIMPI KITA SIANG HARI
Ajip Rosidi

I

Dalam terik sinar matahari
Kulihat kau melambai:
Bayang-bayangku ataukah aku sendiri
Yang kaupeluk dan kaubelai?

II

Kebun belakang rumah, kolam ikan
Anak-anak bermain, kau menyulam
Menjalin helai-helai peruntungan kita
Dengan benang cinta.

III

Dalam cahaya rembulan
Kau perlahan bersenandung
Meski terpisah gelombang lautan
Kudengar sansai suaramu murung

IV

Jalan lengang panjang,
Wahai!
Mengarah ke batik kelam,
Aduhai!


1969

Ajip Rosidi - Kumpulan Puisi "Kakilangit Lain"


Share


NAMA ANDA - 10.22

Puisi Tentang Musik | Kucari Musik

Kucari Musik
Ajip Rosidi

Kucari musik
Yang brisik
Yang berontak
Memberangsang

Kucari musik
Yang sejuk
Yang mengalun
Tenteram

Kucari musik. Setiap saat kucari musik.

Musik yang menggairahkan
Mengendap dalam hati.

Musik menyelinap dalam celah-celah waktu
Merasuk dalam jiwa
Mengusap luka-luka hidup yang nyeri
Dan menidurkan tangan-tangan durhaka yang lelah
Dalam pangkuanMu.

Maka kasihMu
mengalir abadi.

1968

Share

NAMA ANDA - 10.21

Hanya dalam puisi | Dalam Puisi Semuanya Jelas dan Pasti

Hanya dalam puisi
Ajip Rosidi

Dalam kereta api
Kubaca puisi: Willy dan Mayakowsky
Namun kata-katamu kudengar
Mengatasi derak-derik deresi.
Kulempar pandang ke luar:
Sawah-sawah dan gunung-gunung
Lalu sajak-sajak tumbuh
Dari setiap bulir peluh
Para petani yang terbungkuk sejak pagi
Melalui hari-hari keras dan sunyi.

Kutahu kau pun tahu:
Hidup terumbang-ambing antara langit dan bumi
Adam terlempar dari surga
Lalu kian kemari mencari Hawa.

Tidakkah telah menjadi takdir penyair
Mengetuk pintu demi pintu
Dan tak juga ditemuinya: Ragi hati
Yang tak mau
Menyerah pada situasi?

Dalam lembah menataplah wajahmu yang sabar.
Dari lembah mengulurlah tanganmu yang gemetar.

Dalam kereta api
Kubaca puisi: turihan-turihan hati
Yang dengan jari-jari besi sang Waktu
Menentukan langkah-langkah Takdir: Menjulur
Ke ruang mimpi yang kuatur
sia-sia.

Aku tahu.
Kau pun tahu. Dalam puisi
Semuanya jelas dan pasti.


1968

Share


NAMA ANDA - 10.21

Puisi Tentang Bayangan | Ajip Rosidi

Bayangan
Ajip Rosidi

Bayanganmu terekam pada permukaan piring, pada dinding
Pada langit, awan, ah, ke mana pun aku berpaling:
Dan di atas atap rumah angin pun bangkit berdesir
Menyampaikan bisikmu dalam dunia penuh bisik.

Masihkah dinihari Januari yang renyai
Suatu tempat bagi tanganku membelai?
Telah habis segala kata namun tak terucapkan
Rindu yang berupa suatu kebenaran.

Bayangan, ah, bayanganmu yang menagih selalu
Tidakkah segalanya sudah kusumpahkan demi Waktu?
Tahun-tahun pun akan sepi berlalu, kutahu
Karena dunia resah 'kan diam membisu.

1967

Share

NAMA ANDA - 10.20

Puisi Tretes malam hari | Ajip Rosidi

Tretes Malamhari
Ajip Rosidi

Di Tretes malamhari
Semuanya jadi mati:
Surabaya nun jauh di bawah
Gunung Wilis terpacak sebelah kiri

(Aku teringat akan leluri
Ten tang Buta Locaya dan Plecing Kuning)

Apakah Waktu di sini berhenti
Mengendap dalam cahaya lampu pelabuhan
di tepi kaki langit?

Angin naik dari lembah.
Bayang-bayang daun bergoyang
Rumput-rumput pun berdesir.
Ataukah
Hanya hatiku bergetar?

Kucari kau .
Kucari di remang hijau.
Yang mengambang di muka kolam
Wajahmu ataukah bayangan bulan?

Lalu kututupkan jendela.

Malam lengang.
Malamku yang lengang.


1968

Share

NAMA ANDA - 10.20

Puisi Cinta dan kepercayaan | Ajip Rosidi

CINTA DAN KEPERCAYAAN
Ajip Rosidi

Dalam hidup 'kan kupertahankan
Nilai hubungan antar-manusia, didasarkan
Atas cinta dan kepercayaan.
'Kan kupertahankan kehangatan
Gamitan dua tangan, menyampaikan
Kehangatan rasa dua jiwa.

Cinta adalah bunga tumbuh
Atas kesuburan tanah kasih, berakarkan
Hati mau mengerti, saling membagi.
Dan kepercayaan, landasan
Kerelaan dan kemesraan.
Pertalian dua hati.

1960

Share


NAMA ANDA - 10.19